IBM resmi memperkenalkan inovasi terbaru di bidang kecerdasan buatan (AI), hybrid cloud, dan otomatisasi dalam ajang IBM AI Leadership Exchange di Jakarta.

Langkah ini dirancang untuk mendukung korporasi di Indonesia bertransformasi dari tahap eksperimen menuju enterprise.

>>> ChatGPT Raih Satu Miliar Pengguna Bulanan, Pecahkan Rekor Dunia

Pergeseran pemanfaatan teknologi ini dinilai fundamental bagi lanskap bisnis digital.

AI kini tidak lagi sekadar alat bantu kerja, melainkan telah berevolusi menjadi agen otonom yang mampu bernalar dan mengeksekusi alur kerja rumit secara mandiri.

Riset IBM CEO Study 2026 mengungkapkan bahwa 80% CEO di Indonesia menganggap AI telah mengubah cara menentukan inti bisnis mereka.

Sekitar 90% pemimpin perusahaan sudah mengintegrasikan AI ke alur kerja, dan 65% lainnya merasa percaya diri mengambil keputusan strategis dari data AI.

Melalui forum ini, para pemimpin teknologi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan berkumpul untuk mendalami peran Agentic AI.

Teknologi ini memfasilitasi transisi dari sistem otomatisasi kaku berbasis aturan statis menuju ekosistem pintar yang adaptif.

Apresiasi Pemerintah dan Harapan Replikasi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, memberikan apresiasi terhadap forum strategis ini.

Ia menyebut IBM sebagai pelopor pengembangan AI yang dapat mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk menyelaraskan visi serta mewujudkan gagasan inovatif.

Pemerintah berharap pemaparan use case terbaru dapat direplikasi secara berkelanjutan demi mendorong implementasi teknologi yang lebih nyata di tanah air.

Nezar mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi, berbagi pengetahuan, dan merumuskan langkah konkret agar Indonesia berperan strategis dalam perkembangan AI global.

>>> Pengguna Internet Indonesia Tembus 235,26 Juta Jiwa pada 2026