Disrupsi AI dan Ketidakpastian Ekonomi Paksa Perusahaan Ubah Strategi
Disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan ketidakpastian ekonomi global mulai memaksa perusahaan mengubah strategi transformasi digitalnya.
Jika sebelumnya AI hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu peningkatan efisiensi, kini perusahaan dituntut menjadikan teknologi tersebut sebagai inti operasional untuk mempertahankan daya saing.
>>> Cara Ajukan GoPay Pinjam Lewat Aplikasi untuk Dana Tambahan
Pelaku industri menilai kesenjangan mulai terbentuk antara perusahaan yang sekadar mengadopsi AI dan perusahaan yang menjadikan AI sebagai fondasi pengambilan keputusan, pengelolaan operasional, hingga pengembangan model bisnis baru.
Fenomena tersebut mengemuka dalam AI Leadership Exchange 2026 bertema The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race yang diselenggarakan IBM Indonesia bersama CIO Insight Indonesia.
Era Agentic AI dan Kesenjangan Strategi
General Manager IBM Asia Pacific Hans A. T.
Dekkers mengatakan banyak perusahaan saat ini masih memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Namun, sebagian organisasi mulai membangun ulang proses bisnis mereka dengan menempatkan AI sebagai pusat aktivitas perusahaan.
"Kesenjangan mulai terlihat antara perusahaan yang menggunakan AI sebagai alat bantu dan perusahaan yang menjadikan AI sebagai inti operasional bisnis," ujarnya, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Menurut Hans, kedua pendekatan tersebut menghasilkan dampak yang sangat berbeda terhadap daya saing perusahaan.
Organisasi yang mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis dinilai memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat.
Dia menjelaskan dunia kini memasuki era agentic AI, yakni fase ketika AI tidak lagi hanya menghasilkan informasi atau rekomendasi, melainkan mampu menjalankan tugas, mengambil keputusan tertentu, dan berkolaborasi secara aktif dengan manusia.
Chief Technology Officer IBM Asia Pasifik Jerry Zhu menilai transformasi tersebut akan mengubah cara perusahaan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.
Update Terbaru
Thomas Mueller Dorong Kai Havertz Jadi Striker Utama Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 23:44 WIB
Tornado Ancam Markas Timnas Inggris di Kansas City, Pemain Berlindung
Minggu / 14-06-2026, 23:44 WIB
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di GP Barcelona 2026
Minggu / 14-06-2026, 23:43 WIB
Pau Cubarsi Beri Tanggapan soal Rumor Barcelona Incar Julian Alvarez
Minggu / 14-06-2026, 23:43 WIB
Dua Pencuri Peralatan Timnas Inggris di Kansas City Ditangkap
Minggu / 14-06-2026, 23:43 WIB
Pengadilan Perintahkan Justin Baldoni Bayar Biaya Pengacara Blake Lively
Minggu / 14-06-2026, 23:33 WIB
Lewis Hamilton Cetak Sejarah Menang Bersama Ferrari di Barcelona
Minggu / 14-06-2026, 23:18 WIB
Persija Jakarta Resmi Perpanjang Kontrak Bek Brasil Paulo Ricardo
Minggu / 14-06-2026, 23:18 WIB
Prabowo Perintahkan Rosan Roeslani Buka Data Investasi ke Publik
Minggu / 14-06-2026, 23:13 WIB
Bigetron by Vitality Juara MPL ID S17 Usai Kalahkan Onic 4-1
Minggu / 14-06-2026, 23:01 WIB
Piala Dunia 2026 Dimulai, Format Baru Picu Potensi Rekor Dunia Runtuh
Minggu / 14-06-2026, 22:58 WIB
Michael Carrick Buka Peluang Pulangkan Marcus Rashford ke Manchester United
Minggu / 14-06-2026, 22:57 WIB
Kemenangan Timnas AS Picu Lonjakan Harga Tiket Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 22:53 WIB
Prabowo Panggil Menteri ke Kertanegara, Bahas Capaian Strategis Negara
Minggu / 14-06-2026, 22:45 WIB






