Mozilla mengambil langkah berbeda dengan menyediakan tombol khusus untuk mematikan fitur kecerdasan buatan (AI) pada peramban Firefox versi desktop dan ponsel.

Kebijakan ini diterapkan karena Mozilla lebih mengutamakan pilihan pengguna daripada sekadar mengikuti tren teknologi.

>>> China Resmi Operasikan Pusat Data Bawah Laut Bertenaga Angin Pertama di Dunia

Percepatan peluncuran fitur penonaktifan tersebut dilakukan setelah komunitas Firefox menyampaikan keberatan terhadap keberadaan AI di dalam peramban.

"Komunitas kami cukup vokal, terutama saat pengumuman CEO, bahwa tidak semua orang menginginkan AI," kata CEO Mozilla, Anthony Enzor-DeMeo.

Meskipun tombol pemutus AI sudah disediakan, data menunjukkan baru sekitar 1 persen pengguna yang benar-benar mematikan seluruh fitur AI.

Sekitar 3 persen lainnya hanya menonaktifkan sebagian fitur saja.

Enzor-DeMeo menjelaskan bahwa sebagian besar pengguna masih membutuhkan fungsi AI tertentu seperti penerjemahan, sehingga langkah Firefox ini berfokus pada pemberian pilihan beralih.

"Ada perasaan umum dari pengguna: saya tidak meminta itu dan saya tidak memilihnya," ujarnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada tindakan kompetitor seperti Microsoft yang mengintegrasikan Copilot secara bawaan di Windows serta Google yang memasang model AI besar tanpa pemberitahuan.

Di sisi lain, Mozilla tengah menyiapkan fitur beta bernama Smart Window di panel samping peramban agar pengguna bebas memilih model AI yang ingin digunakan.

"Jika ingin memakai ChatGPT, silakan. Jika ingin memakai Gemini, silakan," kata Enzor-DeMeo.

Pengembangan sistem ini juga memastikan bahwa percakapan di Smart Window tidak akan dipakai untuk melatih model AI demi menjaga keamanan data sensitif.

Pengguna juga diberikan kontrol penuh untuk mengatur memori AI atau menghapusnya sama sekali.

"Masing-masing unggul dalam hal berbeda. Mengapa harus dipaksa memilih satu?"