Dokter Andik Wijaya dari YADA Institute mendeteksi risiko tinggi penyakit jantung koroner dalam tubuhnya setelah menjalani pemeriksaan coronary artery calcium score pada April 2024.

Hasil skrining tersebut menunjukkan angka kalsium koroner yang tinggi meskipun kadar kolesterol jahatnya tidak berada di level ekstrem.

>>> Timnas Turki Hadapi Australia pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Penyakit jantung koroner terbukti tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal berupa kadar kolesterol.

Dilansir dari Lifestyle, dr. Andik Wijaya baru menyadari kondisi kesehatannya tersebut setelah hasil laboratorium keluar, mengingat dirinya selama ini merasa cukup menjaga kondisi fisik.

"Saya pikir selama ini saya cukup menjaga kesehatan," kata dr. Andik saat diwawancarai Kompas. com, Jumat (12/6/2026).

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan skor kalsium koroner milik Andik mencapai angka 431.

Angka tersebut menandakan adanya risiko tinggi terhadap serangan jantung serta stroke, padahal kadar LDL miliknya selama bertahun-tahun hanya berada di kisaran 100 hingga 120 mg/dL.

"LDL saya rata-rata sekitar 100 sampai 120 yang kalau kita periksa di standar laboratorium memang tinggi, tapi bukan yang sangat tinggi," ujarnya.

Kondisi awal yang terlihat aman dari batas laboratorium standar sempat membuat Andik merasa sangat percaya diri mengenai kesehatan organ jantungnya.

Hasil pemindaian kalsium pembuluh darah kemudian memicu sang dokter untuk meneliti lebih lanjut mengenai batas aman kolesterol bagi kesehatan.

"Makanya saya sangat percaya diri waktu mau screening. Saya pikir tidak akan ada masalah yang serius," kata Andik.

>>> Skotlandia Matangkan Taktik Hadapi Haiti di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Berdasarkan evaluasi terhadap sejumlah penelitian medis, target LDL untuk menjaga kesehatan jantung ternyata lebih ketat dibanding standar umum laboratorium.