Bolehkah Puasa Asyura Digabung dengan Puasa Senin-Kamis?

Bulan Muharram menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk menjalankan puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.

Pada sejumlah tahun tertentu, 10 Muharram bertepatan dengan hari Senin. Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai kemungkinan menggabungkan niat puasa Asyura dengan puasa sunnah Senin-Kamis.

Ketua Tanfidziyah PBNU Ahmad Fahrurrozi menjelaskan bahwa kedua ibadah tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan. Menurutnya, Islam tidak melarang seseorang menggabungkan niat puasa Asyura dengan puasa sunnah Senin.

"Boleh saja, puasa sunnah Senin-Kamis dan puasa Asyura ini digandeng, niatnya berbarengan tidak apa-apa," ujarnya dalam keterangan singkat.

Dengan demikian, umat Islam yang menjalankan puasa Asyura pada hari Senin tetap dapat memperoleh keutamaan puasa sunnah Senin-Kamis. Niat puasa dapat dibaca pada malam hari sebelum beristirahat atau setelah melaksanakan salat malam.

Selain itu, Ahmad Fahrurrozi juga mengingatkan pentingnya mendampingi puasa Asyura dengan puasa Tasua sehari sebelumnya, yakni pada 9 Muharram.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan puasa Tasua memang tidak bersifat wajib. Meski begitu, amalan tersebut sangat dianjurkan untuk menyertai puasa Asyura.

>>> Jadwal Program Televisi Senin, 15 Juni 2026 ada Film Bioskop, Kuis, Sinetron dan India di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Nonton

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah yang memiliki ganjaran besar. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa Asyura ketika ditanya para sahabat.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Ketika ditanya mengenai puasa Asyura, beliau bersabda, "Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Hadis tersebut menjadi dasar mengapa banyak umat Islam memanfaatkan momentum 10 Muharram untuk melaksanakan puasa Asyura sebagai salah satu amalan sunnah yang dianjurkan.