Inggris dan Jepang diperkirakan akan menandatangani perjanjian kerja sama investasi besar senilai £18 miliar atau setara US$24,1 miliar.

Langkah strategis ini diprediksi mampu membuka banyak lapangan kerja baru di sektor infrastruktur, jasa keuangan, dan tenaga angin lepas pantai.

>>> Harga Emas Antam 13 Juni 2026 Turun Rp 32.000 Per Gram dalam Sepekan

Proyeksi kolaborasi ekonomi tersebut diumumkan oleh kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Sabtu.

Komitmen Investasi Jepang

Dalam kesepakatan ini, Jepang berkomitmen mengucurkan investasi hingga £9 miliar untuk membangun proyek tenaga angin lepas pantai terapung berkapasitas 5,9 gigawatt (GW) di Inggris.

Fasilitas energi terbarukan tersebut ditargetkan dapat memasok listrik bersih bagi 8 juta rumah.

>>> Ibu Hamil Boleh Makan Kacang Arab, Ini Manfaat dan Aturan Konsumsinya

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Starmer di Downing Street pada Minggu (14/6/2026).

Agenda yang turut dihadiri para pemimpin bisnis dari kedua negara ini berlangsung menjelang pertemuan G-7 di Prancis.

>>> Bule Jerman Jual Pancake Tradisional Eierkuchen Mulai Rp 10 Ribuan di Jakarta

"Sebagai ekonomi G-7 dan mitra keamanan yang erat, kami bekerja sama dengan Jepang dalam beberapa teknologi paling inovatif di dunia, memanfaatkan yang terbaik dari penelitian dan industri Inggris dan Jepang untuk memberikan pertumbuhan dan keamanan ke setiap sudut Inggris Raya," kata Starmer.