Pemerintah Iran telah mengumumkan jadwal rangkaian prosesi pemakaman untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Upacara pelepasan akan dimulai di Teheran pada 4 Juli 2026. Rangkaian ritual penghormatan terakhir ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari.

>>> Laba Bersih PT Bakrie & Brothers Tbk Melonjak 50,7 Persen di 2025

Prosesi akan berakhir dengan pemakaman di Mashhad, kota kelahiran sang pemimpin, pada 9 Juli 2026.

Selain itu, seremoni khusus juga akan digelar di kota suci Qom pada 7 Juli 2026.

Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara yang diluncurkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Ulama berusia 86 tahun itu telah memimpin Republik Islam Iran selama 36 tahun.

Berdasarkan ajaran Islam, jenazah idealnya harus segera dimakamkan dalam kurun waktu 24 jam. Namun, aturan tersebut dapat dikecualikan dalam situasi luar biasa seperti kondisi perang.

Penundaan pemakaman Khamenei dipengaruhi oleh konflik yang masih melanda negara tersebut. Kompleks kediaman resminya di pusat kota Teheran dilaporkan hancur akibat serangan militer.

Rekam Jejak dan Suksesi Kepemimpinan

Sepanjang kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai figur yang memposisikan Iran sebagai kekuatan besar yang menentang Amerika Serikat.

>>> Timnas Brasil Tahan Imbang Maroko pada Laga Pembuka Piala Dunia

Pengaruh militernya meluas ke Timur Tengah lewat jaringan proksi, termasuk Hezbollah di Lebanon.

Di dalam negeri, administrasinya menerapkan kebijakan keras dalam merespons demonstrasi dan kerusuhan. Hubungan bilateral dengan Washington terus diwarnai ketegangan, terutama terkait program nuklir Iran.

Serangan udara yang menewaskan Khamenei juga merontokkan kompleks pusat komando utamanya di Teheran. Kepemimpinan tertinggi negara kini resmi bergeser ke generasi berikutnya.

Putranya yang berusia 56 tahun, Mojtaba Khamenei, ditunjuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Dalam serangan tersebut, Mojtaba dilaporkan mengalami luka-luka dan kehilangan istrinya.

Perkembangan Diplomasi Damai

Di tengah situasi duka, perkembangan diplomasi mulai terlihat.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati kerangka kerja untuk perjanjian damai setelah perang berlangsung lebih dari tiga bulan.

Sharif mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak diproyeksikan akan menandatangani kesepakatan awal tersebut dalam kurun waktu 24 jam ke depan.

>>> Hakim Tolak Gugatan Warga Terkait Pertandingan UFC di Gedung Putih

Langkah ini diharapkan mampu membuka jalan bagi berakhirnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.