Iran dan Amerika Serikat dikabarkan tengah merampungkan rancangan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Proses negosiasi ini dimediasi oleh Pakistan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat bersedia melonggarkan sebagian sanksi ekspor minyak mentah Iran. Sementara itu, Teheran menyatakan kesediaan untuk kembali mendiskusikan program nuklir mereka.

>>> Panduan Cara Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan PBI yang Nonaktif

Pembahasan intensif dijadwalkan berlangsung dalam 60 hari ke depan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan posisi negaranya tetap kokoh.

"Iran adalah pemenang perang dengan Amerika Serikat," ujar Araqchi. Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung di lapangan.

Beberapa jam setelah pengumuman, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan penembakan jatuh sejumlah drone serang satu arah milik Iran yang mengarah ke Selat Hormuz.

Meski demikian, pelayaran dinyatakan tetap aman.

>>> Spacex Cetak Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia

Skema Kesepakatan dan Respons Regional

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi kemajuan positif dalam perundingan. Proses dinilai berjalan sesuai target yang ditetapkan Gedung Putih.

Skema awal kesepakatan mencakup pencairan aset komoditas Iran yang dibekukan serta relaksasi aktivitas pengiriman minyak.

Namun, realisasi penuh kebijakan ini memerlukan kepatuhan mutlak dari Teheran pada tahapan negosiasi berikutnya.

Respons penolakan datang dari sekutu regional AS di Timur Tengah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya tidak terlibat dalam kesepakatan tersebut.

>>> Wanita di China Alami Pankreatitis Akut akibat Diet Ekstrem

Pemerintah Israel memilih untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman keamanan dari Iran. Sementara itu, pasar global merespons dengan penurunan harga minyak mentah Brent lebih dari 3 persen.