Iran mengancam akan menyerang seluruh fasilitas milik Elon Musk di Timur Tengah, termasuk layanan internet satelit Starlink milik SpaceX.

Ancaman ini disampaikan media Iran, Fars, sebagai tindakan balasan terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat.

>>> Kemenhub Sediakan Proving Ground Bekasi untuk Uji Tipe Kendaraan

Menurut laporan, seluruh kepentingan yang dikelola Elon Musk di Asia Barat, termasuk ground station regional Starlink, menjadi target operasional Iran.

Starlink dinilai memiliki peran krusial dalam operasi militer AS untuk melawan Iran, terutama mendukung persenjataan berteknologi tinggi seperti drone dan pesawat pengintai.

Pihak Iran menyatakan bahwa AS telah melakukan kejahatan perang yang didukung perusahaan-perusahaan Musk.

"Republik Islam Iran berhak menyerang semua fasilitas yang terkait dengan kepemilikan Musk di wilayah tersebut dan di wilayah pendudukan," kata sumber Fars, dikutip dari CNBC, Jumat (12/6/2026).

Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran juga mengancam raksasa teknologi AS lainnya seperti Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.

>>> Tiga Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diblacklist Lima Tahun

Eskalasi Konflik AS dan Iran

Hubungan regional memanas setelah AS dan Iran saling meluncurkan serangan udara dalam beberapa hari terakhir.

Konflik bermula ketika Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Angkatan Darat AS di Selat Hormuz pada Senin lalu.

AS merespons dengan serangan balasan pada Selasa, yang kemudian memicu balasan militer dari Iran.

Saling serang berlanjut hingga Rabu ketika AS kembali meluncurkan rudal ke wilayah Iran.

>>> AS Investigasi OpenAI Terkait Keamanan Data dan Pengguna Anak

"Kami menjatuhkan bom senilai USD 250 juta kepada mereka (Iran) tadi malam," kata Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis pagi.