Pemilik sepeda motor listrik maupun sepeda listrik disarankan untuk rutin memeriksa kondisi baterai kendaraan mereka.

Perawatan ini penting terutama bagi kendaraan yang masih menggunakan baterai jenis Sealed Lead Acid atau SLA.

>>> Kemenhub Sediakan Proving Ground Bekasi untuk Uji Kendaraan Mulai Rp1 Juta

Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, menjelaskan bahwa baterai SLA memiliki karakteristik berbeda dari baterai lithium.

Perbedaan utamanya adalah tidak adanya sistem balancer pada baterai SLA.

Akibatnya, tegangan antar baterai bisa menjadi tidak seimbang setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Ketidakseimbangan ini langsung memengaruhi performa keseluruhan kendaraan.

"Kalau di sepeda listrik sama motor listrik yang model SLA, biasanya per tujuh bulan sekali harus dicek voltasenya," kata Alfian.

Menurut Alfian, perbedaan tegangan adalah hal yang lumrah terjadi seiring pemakaian sehari-hari. Dalam satu rangkaian, bisa ditemukan baterai yang tegangannya masih normal sementara lainnya sudah menurun.

"Kadang baterai SLA itu karena tidak ada balancernya, tegangannya jadi beda-beda. Ada yang masih 12 volt, ada yang di bawah 11 volt, bahkan ada yang sekitar 10 volt.

Nah, itu sudah mulai masuk kategori mau drop," ucapnya.

>>> Pemilik Bengkel AD Service Solo Ungkap Cara Aman Cuci Motor Listrik

Oleh karena itu, pengguna disarankan melakukan pemeriksaan minimal setiap tujuh bulan sekali. Jika terdeteksi perbedaan tegangan signifikan, baterai harus melalui proses balancing agar seluruh komponen bekerja seimbang.

Pengecekan bisa dilakukan sendiri di rumah jika pemilik memiliki multimeter. Namun, bagi yang tidak punya alat, kendaraan bisa dibawa ke bengkel terdekat.

"Kalau di rumah punya alat sendiri bisa dicek sendiri. Tapi kalau tidak punya alat, bisa dibawa ke bengkel," kata Alfian.

Selain menggunakan alat ukur, penurunan performa baterai juga bisa dirasakan saat berkendara. Gejala yang mudah dikenali adalah penurunan kecepatan meskipun indikator baterai di dasbor menunjukkan penuh.

"Misalnya biasanya bisa lari sampai 35 km per jam, baterainya penuh tapi sekarang cuma bisa 30 km per jam atau bahkan 25 km per jam.

Itu tanda-tanda baterainya mulai drop," ucapnya.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Kerusakan Komponen Motor Listrik Mid Drive

Pengguna motor dan sepeda listrik dengan baterai SLA diimbau tidak hanya fokus pada pengisian daya. Pemeriksaan tegangan secara rutin juga menjadi kunci perawatan kendaraan.