Produsen otomotif di Indonesia kini tidak perlu lagi mengirim kendaraan ke luar negeri untuk pengujian. Fasilitas Proving Ground Bekasi di Jawa Barat sudah beroperasi dengan standar internasional.

Biaya pengujian di fasilitas milik Kementerian Perhubungan ini dimulai dari Rp1 juta. Tarif disesuaikan dengan jenis kendaraan dan layanan yang dipilih.

>>> Pemilik Bengkel AD Service Solo Ungkap Cara Aman Cuci Motor Listrik

Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kemenhub, Iman Sukandar, menyebut biaya homologasi berkisar antara Rp1 juta hingga Rp79 juta.

"Saya kira dengan harga tersebut sangat kompetitif," ujarnya.

Pendaftaran pengujian dilakukan secara digital melalui aplikasi Vehicle Type Approval (VTA). Sistem ini menjadi gerbang utama bagi produsen dan importir yang ingin melakukan uji tipe sebelum memasarkan produk.

Fasilitas Lengkap untuk Riset dan Pengembangan

Selain homologasi wajib, Proving Ground Bekasi juga melayani riset, pengembangan produk, dan pengujian kendaraan prototipe.

"Kita juga melayani untuk research, development, pengembangan produk, prototipe, dan lain sebagainya," kata Iman.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Kerusakan Komponen Motor Listrik Mid Drive

Fasilitas ini menjadi solusi bagi pelaku industri otomotif nasional yang belum memiliki tempat pengujian mandiri.

"Beberapa APM besar mungkin memiliki proving ground sendiri, tapi bagi lainnya akan lebih efektif dan efisien bila menggunakan ini bersama-sama.

Ini fasilitas publik," jelas Iman.

Infrastruktur di lokasi sangat lengkap, termasuk lintasan oval kecepatan tinggi sepanjang 3,5 kilometer yang mampu menguji kendaraan hingga 250 km/jam.

Tersedia pula area uji pengereman, area dinamis untuk stabilitas, lintasan tanjakan, serta laboratorium emisi, kebisingan, dan uji tabrak.

>>> Ford Kembali ke Mesin Bensin untuk Mobil Demonstrator Liar

Pemerintah berharap fasilitas ini memangkas ketergantungan pada sirkuit pengujian luar negeri. Proving Ground Bekasi diproyeksikan memotong biaya dan waktu produksi serta mendongkrak daya saing produk otomotif lokal.