Sejumlah konsumen sepeda motor listrik di Bekasi, Jawa Barat, mulai beralih dari sistem sewa atau tukar baterai menjadi kepemilikan baterai pribadi.

Fenomena ini terjadi pada Jumat (12/6/2026) dan masih berskala relatif kecil, seperti dilansir dari Otomotif.

>>> Bapanas Gandeng Satgas Pangan Tindak Pedagang Beras Nakal

Abdulah dari Dolland Motor Electric di Bekasi mengonfirmasi bahwa peralihan kepemilikan baterai memang terjadi di lapangan.

"Untuk dari baterai sewa atau baterai swap menjadi baterai pribadi ada juga sih, tapi tidak banyak," kata Abdulah kepada Kompas.

com.

Menurutnya, porsi konsumen yang mengubah sistem penggunaan daya ini diperkirakan hanya sekitar 15 persen dari total pengguna.

Mayoritas pemilik kendaraan sejak awal tetap mengandalkan sistem penukaran atau penyewaan yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan harian mereka.

>>> IHSG Melonjak 7,38 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.524 Triliun

"Karena yang memilih sistem sewa atau tukar baterai memang membutuhkan sistem itu untuk mempermudah, kemudian membuat mereka juga tenang, tidak kepikiran jika baterai error, rusak atau lainnya," ujar Abdulah.

Pada sistem sewa, konsumen membeli unit kendaraan tanpa hak milik baterai sepenuhnya, melainkan melalui kontrak langganan dengan pabrikan.

Sementara itu, sistem tukar baterai memungkinkan pengendara mengganti baterai habis dengan baterai terisi penuh di stasiun pengisian tanpa perlu menunggu proses pengisian ulang.

Penyediaan skema sewa dan tukar baterai awalnya bertujuan menekan harga pembelian awal kendaraan bagi masyarakat.

>>> Empat Cara Menenangkan Sistem Saraf untuk Kurangi Stres

Pengelolaan daya yang menjadi bagian layanan operator juga membebaskan pengguna dari kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan baterai.