Skema sewa baterai (battery rental) dan tukar baterai (battery swap) menjadi opsi untuk menekan harga beli awal sepeda motor listrik.

Namun, sebagian pengguna mulai mempertimbangkan beralih ke sistem baterai pribadi demi fleksibilitas penggunaan dan efisiensi biaya jangka panjang.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF

Langkah mengubah sistem sewa atau tukar menjadi baterai milik sendiri rupanya tidak sesederhana mengganti paket baterai.

Proses konversi ini memerlukan sejumlah penyesuaian pada sistem elektronik motor, seperti dilansir dari Otomotif.

Abdulah dari Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa motor yang sejak awal dirancang untuk sistem sewa atau tukar biasanya memiliki komunikasi data antar komponen.

Jalur data tersebut menghubungkan controller, BMS, menuju ke speedometer.

"Untuk penyesuaiannya kalau ingin menjadi baterai pribadi ada banyak, karena biasanya yang menggunakan sistem tukar baterai atau sewa itu menggunakan jalur data dari controller, BMS, ke speedometer," kata Abdul kepada Kompas.

com, Jumat (12/6/2026).

Kondisi keterhubungan jalur data tersebut membuat penggunaan baterai umum atau aftermarket tidak selalu langsung kompatibel pada motor listrik standar sewa.

"Sehingga kalau menggunakan baterai umum atau general itu biasanya tidak terbaca dan motornya tidak mau jalan," ujar dia.

Masalah lain juga bisa muncul meskipun kendaraan masih dapat beroperasi setelah diganti.

Kendala yang sering terjadi adalah performa motor listrik menjadi tidak optimal.

"Kalaupun motornya bisa jalan, dia akan lambat seperti dibatasi," kata Abdul.

Proses migrasi ke baterai pribadi umumnya menuntut penggantian beberapa komponen pendukung.

>>> Yayasan ars86care Luncurkan Inisiatif SAPA RUANG untuk Anak Indonesia

Hal ini diperlukan agar sistem kelistrikan motor dapat kembali berjalan normal.