Menjelang pernikahan, banyak pasangan sibuk dengan persiapan, namun dinamika hubungan juga perlu diperhatikan. Pengacara perceraian Michelle T.

Dellino mengungkapkan tujuh tanda red flag yang patut diwaspadai karena bisa memicu masalah rumah tangga.

>>> Jakarta Bhayangkara Presisi Kalahkan Zhayk VC di Laga Perdana AVC 2026

Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

Pertama, keluarga terlalu ikut campur dalam hubungan. Masalah muncul ketika anggota keluarga memiliki pengaruh besar dan pasangan tidak mampu menetapkan batasan sehat.

Kedua, konflik selalu dihindari. Menghindari pembicaraan sulit demi kenyamanan justru membuat masalah menumpuk.

Ketiga, persiapan pernikahan dipenuhi pertengkaran tidak sehat. Jika perbedaan pendapat selalu berujung pada pertengkaran besar dan saling menyalahkan, itu menandakan masalah komunikasi.

Keempat, tidak terbuka soal keuangan. Menyembunyikan kondisi finansial, utang, atau kebiasaan belanja bisa menjadi sumber konflik utama.

>>> Gary Neville: Skuad Inggris Dibentuk Khusus untuk Harry Kane

Kelima, nilai hidup dan tujuan masa depan berbeda jauh. Perbedaan besar soal keinginan memiliki anak, pola pengasuhan, hingga prioritas hidup berpotensi memicu ketegangan.

Keenam, salah satu pihak terlalu dominan. Hubungan menjadi tidak seimbang jika satu pihak selalu mengambil keputusan sendiri atau mengontrol hubungan.

Ketujuh, tidak mampu menghadapi tekanan sebagai tim. Pasangan yang saling menyalahkan saat kesulitan alih-alih bekerja sama menunjukkan sinyal masalah lebih besar setelah menikah.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua Juni 2026

Munculnya tanda-tanda ini bukan berarti hubungan pasti berakhir buruk. Ini menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih sehat dan memperkuat fondasi rumah tangga.