Studio animasi Moonbug Entertainment mengambil langkah strategis merespons kritik orang tua terhadap tayangan CoComelon.

Perusahaan tersebut kini menggandeng Center for Scholars and Storytellers dari University of California, Los Angeles (UCLA) untuk merombak formula konten agar lebih ramah bagi tumbuh kembang anak.

>>> Samsung Galaxy A35 5G Tetap Kompetitif di 2026, Ini Spek dan Kisaran Harganya

Langkah kolaboratif ini diambil setelah animasi populer itu kerap mendapat stigma negatif di forum pengasuhan anak.

Sejumlah orang tua mengeluhkan ritme gambar yang terlalu cepat hingga memicu kekhawatiran terkait keterlambatan bicara, kecanduan gawai, serta stimulasi berlebihan pada otak balita.

Kritik terhadap CoComelon sebenarnya telah berlangsung lama. Media The Guardian pada 2020 pernah menyamakan efek tayangan ini menyerupai kokain untuk anak prasekolah.

Laporan The New York Times pada 2022 mengungkap pengujian video langsung pada balita guna memastikan perhatian anak terkunci sepenuhnya.

Menghadapi situasi tersebut, Moonbug merilis panduan pengembangan anak resmi bertajuk Moonbug Learning Principles Framework di situs mereka pada pertengahan Juni 2026.

Head of Communications Moonbug, Bao Nguyen, menyatakan pihaknya sudah memasukkan hasil riset para ahli UCLA ke dalam proses kreatif sejak akhir 2025.

Formula baru ini menitikberatkan pada aspek visual yang lebih adaptif.

Konten difokuskan untuk membantu anak menghadapi situasi dunia nyata, membangun interaksi positif dengan pengasuh, belajar melalui metode bermain, serta memperkenalkan keberagaman karakter seperti Nina, Cece, dan Cody.

Wujud nyata dari kerja sama ini terlihat dalam episode "Fast Little Fishy Splash Water Park Adventure" yang dirilis di YouTube pada Mei 2026.

Cerita tersebut menampilkan karakter utama bernama JJ yang berhasil mengatasi ketakutan bermain air berkat dukungan dari ibu dan teman-temannya.