PT Endress+Hauser Indonesia menyelenggarakan Education Forum 2026 di The Westin Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Acara ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor industri, pendidikan, dan mitra strategis.

>>> Carlo Ancelotti Waspadai Maroko Jelang Debut Piala Dunia Bersama Brasil

Forum ini berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi ganda (dual vocational education) di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan mendorong pembagian wawasan serta memperkuat kemitraan guna menjembatani kesenjangan talenta.

Henry Chia, Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services sekaligus President Director Endress+Hauser Indonesia, menekankan pentingnya kesiapan manusia dalam memanfaatkan teknologi.

"Hal terpenting bukanlah seberapa canggih teknologi yang kita hasilkan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelanggan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Dalam lima tahun terakhir, bisnis Endress+Hauser di Indonesia mencatat pertumbuhan hingga 40%.

Perkembangan ini dibarengi peningkatan kesempatan kerja sebesar 4% dan kenaikan jumlah peserta program magang sebesar 10%.

Mathias Domenig, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Swiss untuk Indonesia, Asean, dan Timor-Leste, menyoroti eratnya hubungan bilateral Swiss-Indonesia yang telah terjalin selama 75 tahun.

Kontribusi positif perusahaan Swiss seperti Endress+Hauser dinilai membantu mendorong investasi berkualitas serta pengembangan keterampilan.

Kontribusi Sektor Industri dalam Pengembangan Talenta

Peran aktif sektor industri diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan institusi pendidikan.

Jens Kroeger, Head of Global Dual Education Endress+Hauser Group Services, menekankan pentingnya kontribusi nyata perusahaan melalui program magang terstruktur, platform pertukaran pengetahuan, dan pengalaman praktik langsung.

Sebagai bentuk komitmen, Endress+Hauser Indonesia menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Industri ATMI, Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung, dan Swiss German University.