Di tengah banyaknya program beasiswa, lulusan Diploma 3 (D3) masih sering merasa akses untuk melanjutkan ke jenjang S1 belum terbuka lebar.

Pembahasan mengenai beasiswa LPDP misalnya, lebih banyak menyoroti lulusan S1 yang ingin melanjutkan ke S2 atau S3. Jalur vokasi dari D3 ke S1 jarang mendapat perhatian serupa.

>>> CFD Cibinong: Antara Ruang Publik dan Kemacetan Lalu Lintas

Padahal, jumlah lulusan D3 tidak sedikit dan banyak di antaranya memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan. Namun, keterbatasan biaya dan minimnya akses beasiswa menjadi kendala utama.

Stigma dan Kesenjangan Akses

Selama ini, pendidikan vokasi kerap dianggap sebagai jalur alternatif, bukan arus utama. Lulusan D3 sering dianggap 'cukup' tanpa perlu melanjutkan ke S1.

Padahal, jika diberi kesempatan, lulusan vokasi bisa menjadi kombinasi ideal antara keterampilan praktis dan landasan akademik. Potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Banyak mahasiswa D3 berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Jalur vokasi dipilih karena lebih terjangkau dan cepat memasuki dunia kerja.

>>> Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Gelandang Ghana Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Membuka akses beasiswa bagi mereka bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga keadilan sosial dan mobilitas ekonomi.

Perlu Skema Khusus untuk Transisi D3 ke S1

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menghadirkan skema beasiswa khusus untuk transisi D3 ke S1. Program afirmasi bagi lulusan vokasi juga perlu diperluas.

Dengan demikian, cakupan beasiswa yang ada menjadi lebih inklusif terhadap berbagai jalur pendidikan.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan tentang siapa yang lebih berhak, melainkan bagaimana pendidikan dipandang sebagai hak yang dapat diakses semua orang.

>>> Barcelona Kunci Gelar Juara La Liga Usai Tekuk Real Madrid

Lulusan D3 bukan kekurangan potensi, melainkan sering kali kekurangan kesempatan. Yang dibutuhkan adalah keberpihakan kecil yang konsisten.