Keberhasilan akademik tidak selalu diraih melalui jalan yang mulus.

Hal itu tercermin dari perjalanan Zikra Annisa, lulusan STIE IGI Jakarta yang berhasil menyelesaikan studi sarjana dengan predikat cum laude setelah memperoleh Beasiswa Unggulan pada tahun-tahun akhir perkuliahannya.

>>> 5 Hair Dryer Low Watt Hemat Listrik untuk Anak Kos dan Traveling

Perempuan kelahiran Banda Aceh itu tumbuh di lingkungan yang menempatkan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama.

Semasa sekolah, ia sempat menerima beasiswa di Fatih Bilingual School sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan di Madrasah Darul Ihsan karena ketertarikannya pada bahasa Arab dan ilmu agama.

Perjalanannya tidak selalu berjalan sesuai rencana. Pada 2013, Zikra gagal diterima di sekolah favorit yang diincarnya.

Meski demikian, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Banda Aceh dan bergabung di kelas unggulan.

Selama di bangku sekolah menengah, ia aktif dalam berbagai organisasi, seperti OSIS, Rohani Islam (Rohis), dan kepramukaan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.

Memasuki dunia kerja pada 2018, Zikra mulai membangun kemandirian dengan mengajar, menjadi pekerja lepas, hingga mendirikan lembaga les privat.

>>> Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Baginya, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga cara untuk tetap mandiri tanpa menjadikan dakwah sebagai profesi yang berorientasi keuntungan.

Pada 2021, ia melanjutkan pendidikan sarjana di STIE IGI Jakarta sambil tetap bekerja dan mengembangkan usahanya. Kondisi tersebut membuatnya harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

Upaya memperoleh beasiswa juga tidak langsung membuahkan hasil. Pada 2022, Zikra belum berhasil lolos seleksi Beasiswa Unggulan.

Namun, ia terus meningkatkan prestasi akademik, memperkaya pengalaman organisasi, dan mengembangkan kompetensi hingga akhirnya memperoleh beasiswa tersebut pada semester tujuh dan delapan.

Keberhasilan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan studinya.

Pada 2025, Zikra menuntaskan pendidikan sarjana dengan predikat cum laude, menandai hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan konsistensi.

Bagi Zikra, setiap kegagalan menjadi bagian dari proses belajar.

>>> Semua Perubahan dan Fitur Baru Halo Campaign Evolved

Perjalanannya menunjukkan bahwa pencapaian akademik tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan komitmen untuk terus berkembang di tengah berbagai tantangan.