Fallout co-creator Tim Cain memuji The Elder Scrolls III: Morrowind sebagai salah satu RPG paling berpengaruh yang pernah dirilis di konsol.

Menurut Cain, debut Morrowind di Xbox pada 2002 secara fundamental mengubah ekspektasi terhadap genre RPG.

>>> Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu

Dalam kanal YouTube-nya, Cain menjelaskan bahwa game besutan Bethesda itu menghapus kesenjangan lama antara pengalaman RPG di PC dan konsol.

Cain menanggapi pertanyaan penggemar tentang evolusi RPG di berbagai platform.

Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan hardware konsol awal memaksa pengembang menyederhanakan mekanik, grafis, dan desain game dibandingkan RPG komputer.

"Di tahun 80-an, RPG konsol sangat primitif. Saya bicara pisau batu dan kulit beruang," ujar Cain.

Memori, penyimpanan, dan tata letak kontrol yang terbatas membuat RPG konsol terasa jauh kurang kompleks dari versi PC.

Namun, Cain percaya persepsi itu berubah saat Bethesda Game Studios merilis The Elder Scrolls III: Morrowind di Xbox original.

>>> Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

"Morrowind hadir di Xbox. Itu adalah RPG dunia terbuka Barat yang terasa tanpa batasan game konsol sebelumnya.

Seperti game PC yang dimainkan di Xbox," katanya.

Cain mengatakan pencapaian teknis game itu meninggalkan kesan mendalam karena mewakili masa depan di mana RPG PC dan konsol bisa setara.

"Saya tercengang saat game itu rilis... mulai sekarang, akan ada lebih banyak kesetaraan antara keduanya," tambahnya.

Dirilis untuk PC dan Xbox pada 2002, Morrowind dianggap sebagai salah satu RPG penentu Bethesda, dipuji karena dunia terbuka luas, perkembangan karakter mendalam, dan kebebasan pemain.

Kesuksesan game itu juga membantu menjadikan Xbox sebagai platform yang mampu menampung RPG Barat ambisius.

>>> Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation

Cain juga mencatat bahwa seiring evolusi hardware konsol dan munculnya toko digital di era Xbox 360 dan PlayStation 3, pengembang semakin mengandalkan patch pasca-rilis, mengubah cara game dirilis dan didukung.