Jumlah orang yang hidup hingga usia 100 tahun semakin meningkat. Hal ini membuat para ahli neurologi fokus pada cara menjaga kesehatan otak di usia lanjut.

Studi di jurnal The Lancet (2022) memprediksi kasus demensia akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2050.

>>> Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia

Gaya hidup sedentari dan konsumsi makanan olahan disebut sebagai faktor risiko utama.

Ahli neurologi dari NYU Langone, Dr. Jinsy A Andrews, menekankan pentingnya modifikasi gaya hidup untuk menunda atau mencegah demensia.

Menurutnya, kesehatan emosional sering luput dari perhatian.

Kesehatan Emosional sebagai Kunci

Pola makan dan olahraga memang penting, tetapi kesehatan emosional juga memegang peran besar. Studi dalam Ageing Research Review menyebut isolasi sosial dan depresi dapat meningkatkan risiko Alzheimer.

>>> Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Sayangnya, kesejahteraan emosional lebih sulit diukur dibanding langkah harian atau asupan protein. Andrews sering menemukan pasien yang tidak tahu apa yang membuat mereka bahagia.

Dua Kiat Menjaga Otak Tetap Tajam

Andrews membagikan dua kiat untuk meningkatkan kesehatan emosional dan menjaga otak tetap tajam.

Pertama, sosialisasi yang berkualitas. Interaksi tatap muka lebih baik daripada media sosial, yang justru dapat meningkatkan isolasi dan depresi.

Kedua, mengasah kreativitas. Aktivitas seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau membuat kerajinan tangan merangsang neuroplastisitas dan menurunkan stres.

>>> Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap

Stres kronis dapat meningkatkan inflamasi yang merusak sistem saraf. "Merangsang semua bagian otak dengan berbagai cara membantu mencegah demensia," pungkas Andrews.