Aturan tidur delapan jam per malam mungkin tidak berlaku untuk semua orang.

Sebuah studi besar yang diterbitkan di jurnal Nature menemukan bahwa durasi tidur optimal untuk memperlambat penuaan biologis berkisar antara 6,4 hingga 7,8 jam per malam.

>>> 4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pemula, Cocok buat Jogging Santai

Penelitian ini tidak menetapkan satu angka pasti, melainkan rentang yang menunjukkan bahwa tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat dikaitkan dengan penuaan lebih cepat pada otak dan sistem tubuh lainnya.

Rentang Tidur dan Penuaan Biologis

Para peneliti membandingkan durasi tidur dengan 23 jam biologis penuaan di berbagai sistem tubuh. Hasilnya membentuk pola berbentuk U.

Orang yang tidur terlalu sedikit, terutama di bawah enam jam, cenderung menunjukkan percepatan penuaan biologis.

Sementara itu, mereka yang tidur lebih dari delapan jam juga menunjukkan pola yang kurang menguntungkan.

Kesenjangan usia biologis terendah muncul pada rentang tidur sekitar 6,4 hingga 7,8 jam.

Temuan ini menekankan bahwa kebutuhan tidur bervariasi antar individu, tergantung usia, genetika, kesehatan, dan gaya hidup.

Dampak Kurang Tidur pada Tubuh

Kurang tidur kronis dapat memengaruhi tekanan darah, gula darah, hormon nafsu makan, dan jalur peradangan.

Hal ini menjelaskan mengapa tidur pendek sering dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, depresi, dan penurunan kekebalan tubuh.

>>> 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir

Tidur bukan sekadar waktu istirahat pasif, melainkan periode pemeliharaan harian bagi otak dan tubuh. Satu malam tidur pendek bukan masalah, tetapi pola tidur pendek yang teratur patut diwaspadai.

Tidur panjang juga bisa menjadi sinyal peringatan.