7 Hari Berendam Air Dingin Bisa Picu Perubahan Mengejutkan pada Tubuh
Berendam di air dingin bukan sekadar sensasi menyegarkan.
Sebuah studi terbaru dari Universitas Ottawa, Kanada, mengungkap bahwa praktik ini memiliki efek mendalam pada fungsi sel tubuh.
>>> Bam Adebayo Pukul Tyler Herro di Las Vegas
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Advanced Biology ini menunjukkan perubahan signifikan dalam proses autophagy hanya setelah tujuh hari berendam rutin.
Dari Kejutan Menuju Peremajaan Sel
Autophagy adalah mekanisme alami sel untuk membersihkan limbah dan komponen yang rusak.
Para peneliti mengamati peningkatan autophagy yang nyata pada partisipan setelah satu minggu berendam air bersuhu sekitar 14°C.
Fisiolog utama Glen Kenny menyatakan keterkejutannya atas cepatnya adaptasi tubuh. Menurutnya, paparan dingin berpotensi mencegah penyakit tertentu dan memperlambat penuaan sel.
Namun, transformasi seluler tidak terjadi seketika. Pada hari-hari awal, tubuh justru menunjukkan reaksi kacau dengan peningkatan apoptosis atau kematian sel.
Memasuki hari ketiga, terjadi pergeseran fundamental. Tubuh beralih dari strategi eliminasi sel menuju strategi pelestarian dan perbaikan.
>>> Jeline Vandromme Melaju ke Semifinal Grand Est Open 88 di Prancis
Peneliti Kelli King menjelaskan bahwa pada akhir aklimatisasi, toleransi sel terhadap dingin meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan terhadap dingin membantu tubuh menghadapi kondisi lingkungan ekstrem.
Implikasi bagi Kesehatan Jangka Panjang
Peningkatan autophagy memiliki implikasi besar bagi kesehatan. Mekanisme ini penting dalam mencegah penyakit terkait usia, seperti neurodegeneratif, kardiovaskular, dan metabolik.
Kenny menambahkan bahwa paparan dingin berulang secara signifikan meningkatkan fungsi autofagik, yang merupakan mekanisme perlindungan seluler penting.
Hasil studi menunjukkan bahwa berendam air dingin secara teratur dapat menjadi cara alami untuk meningkatkan pertahanan imun.
Adaptasi bertahap terhadap suhu rendah mengubah stresor awal menjadi stimulus bermanfaat, fenomena yang dikenal sebagai hormesis.
Temuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang manfaat berenang air dingin sebagai strategi pencegahan terhadap penuaan sel dan penyakit kronis.
>>> Danny Green Heran dengan Insiden Bam Adebayo dan Tyler Herro
Kuncinya terletak pada praktik rutin agar sel membangun ketahanan terhadap stres lingkungan.
Update Terbaru
Penumpang Ryanair Nyaris Tersedot Keluar Akibat Jendela Copot
Sabtu / 11-07-2026, 23:35 WIB
Momen Norwegia Taklukkan Inggris 2-0 di Piala Dunia
Sabtu / 11-07-2026, 23:35 WIB
OpenAI Bantah Tudingan Apple soal Pencurian Rahasia Dagang
Sabtu / 11-07-2026, 23:35 WIB
Profil Jayden Adams, Gelandang Afrika Selatan yang Meninggal di Usia 25 Tahun
Sabtu / 11-07-2026, 23:33 WIB
Netflix Dikabarkan Siapkan Saluran TV Langsung 24/7 untuk Saingi Pluto TV dan Tubi
Sabtu / 11-07-2026, 23:32 WIB
Space Force Resmi Miliki Senjata Elektromagnetik untuk Melumpuhkan Satelit Musuh
Sabtu / 11-07-2026, 23:32 WIB
Billie Jean King Peringati 60 Tahun Kemenangan Perdana Wimbledon
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Topan Bavi Hantam Taiwan dan Jepang, 15 Tewas di Filipina
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Maria Sharapova Ubah Penampilan dan Kembangkan Bisnis Pasca-Pensiun
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Argentina Pertimbangkan Perubahan Susunan Pemain Hadapi Swiss di Perempat Final Piala Dunia
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Henry Patten dan Harri Heliovaara Kembali Juara Ganda Putra Wimbledon
Sabtu / 11-07-2026, 23:02 WIB
Menjebak Anak di Penjara Tidak Membuat Kita Lebih Aman: Saatnya Hentikan Delusi Zaman Dickens
Sabtu / 11-07-2026, 23:01 WIB
Hakim Federal AS Vonis Patrick Byrne Bayar Ganti Rugi ke Hunter Biden
Sabtu / 11-07-2026, 23:01 WIB
Dokter Tifa Dinilai Jadi Kelinci Percobaan Roy Suryo dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Sabtu / 11-07-2026, 22:49 WIB







