Hakim Federal AS Vonis Patrick Byrne Bayar Ganti Rugi ke Hunter Biden
Seorang hakim federal di California memerintahkan mantan CEO Overstock.
com, Patrick Byrne, untuk membayar ganti rugi punitive sebesar $1,7 juta kepada Hunter Biden dalam kasus pencemaran nama baik.
>>> Dokter Tifa Dinilai Jadi Kelinci Percobaan Roy Suryo dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Hakim Distrik AS Stephen Wilson menjatuhkan sanksi finansial tersebut setelah Byrne gagal hadir dalam persidangan yang dijadwalkan pada Oktober lalu dan memberhentikan pengacara utamanya.
Menurut pengadilan, tindakan Byrne menyebabkan penundaan yang disengaja dalam proses hukum.
Gugatan ini bermula dari klaim Byrne dalam sebuah wawancara bahwa Hunter Biden meminta suap sebesar $800 juta dari pemerintah Iran pada musim gugur 2021.
Dalam gugatannya, Biden menuduh Byrne sengaja menyebarkan kebohongan untuk merugikannya.
Byrne membantah tuduhan tersebut dengan alasan bahwa seorang pejabat Iran memberitahunya tentang skema suap itu.
Namun, hakim menyatakan Byrne tidak memberikan dokumentasi untuk membuktikan pertemuan tersebut atau menunjukkan bahwa pejabat itu memiliki kontak langsung dengan Biden.
>>> Ibrahim: Jangan Salahkan Bank BUMN Penyalur KUR, Masalah Ada pada Collection Agent
Pengadilan menemukan bukti kuat bahwa Byrne merekayasa sebagian besar narasi tentang pertemuan rahasia dengan pejabat Iran.
Akibat ketidakhadiran dalam persidangan dan ketidakpatuhan berkelanjutan, hakim menjatuhkan putusan default terhadap Byrne.
Putusan akhir mewajibkan Byrne membayar ganti rugi nominal $1 dan ganti rugi punitive $1,7 juta, ditambah sanksi pengadilan terpisah sekitar $35.000.
Pengacara Biden, Bryan Sullivan, menyatakan bahwa putusan tersebut adalah batas bawah dari kewajiban finansial Byrne.
"Jika Byrne mengulangi pernyataan itu, kami akan kembali ke pengadilan," tambah Sullivan.
>>> Henri Subiakto: Jika Prabowo Salah Pilih Jaksa Agung, Negeri Bisa Hancur
Kemenangan hukum ini terjadi saat Hunter Biden mulai membangun audiens daring melalui media sosial dan berencana menerbitkan esai di Substack.
Update Terbaru
Taylor Hicks Bicara Soal Tantangan Hidup Pasca Juara American Idol
Minggu / 12-07-2026, 00:07 WIB
Penyanyi Legendaris India S Janaki Meninggal di Usia 88 Tahun
Minggu / 12-07-2026, 00:06 WIB
Kelembaban Tropis Tingkatkan Potensi Hujan di Houston, Suhu Akhir Pekan Turun
Minggu / 12-07-2026, 00:05 WIB
Final Bersejarah Wimbledon: Muchova vs Noskova di All-Czech Women's Singles
Minggu / 12-07-2026, 00:05 WIB
John Garza Debut di UFC 329 Hadapi Farid Basharat
Minggu / 12-07-2026, 00:01 WIB
Banjir Missouri Paksa Evakuasi Ratusan Orang dari Kamp Musim Panas
Minggu / 12-07-2026, 00:01 WIB
Keluarga Minta Jawaban Kematian Remaja di Pulau Mississippi
Minggu / 12-07-2026, 00:01 WIB
Menteri UMKM: Pendapatan Ojol Tak Turun Usai Potongan 8% Berlaku
Sabtu / 11-07-2026, 23:49 WIB
Polemik Febrie Adriansyah: Pengamat Minta Prabowo Sapu Bersih Aparat Hukum
Sabtu / 11-07-2026, 23:49 WIB
Prabowo Resmikan Bendungan Sidan dan Keureuto untuk Ketahanan Air dan Pangan
Sabtu / 11-07-2026, 23:49 WIB
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Bisa Ancam Karier Politik Prabowo
Sabtu / 11-07-2026, 23:49 WIB
AI Dorong Pekerja Senior Keluar dari Angkatan Kerja, Temuan Studi Baru
Sabtu / 11-07-2026, 23:42 WIB
Spyro: A Realm Beyond Bukan Flight Simulator, Butuh Keputusan Aktif
Sabtu / 11-07-2026, 23:42 WIB
Googlebook: Pengakuan Diam-diam bahwa Chromebook Tak Pernah Benar-benar Berfungsi
Sabtu / 11-07-2026, 23:42 WIB







