Di balik segelas mocktail menyegarkan atau cocktail artistik, ada sosok mixologist yang meracik setiap elemen menjadi pengalaman.

Profesi ini semakin dikenal seiring perkembangan industri makanan dan minuman (F&B), kafe, hotel, hingga restoran di Indonesia.

>>> Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation

Meski kerap disamakan dengan bartender, mixologist memiliki peran berbeda. Bartender fokus pada penyajian, sementara mixologist menciptakan resep baru, mengeksplorasi bahan, dan menghasilkan kombinasi rasa unik.

Seorang mixologist dituntut memahami karakter setiap bahan, mulai dari buah, rempah, sirup, soda, kopi, teh, hingga berbagai mixer.

Tak hanya rasa, mereka juga memikirkan aroma, tekstur, tampilan, bahkan cerita di balik setiap racikan.

Tren ini berkembang seiring meningkatnya budaya dining out dan pengalaman kuliner di Indonesia.

Data BPS dan Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mencapai 15,39 juta sepanjang 2025, naik 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe membuka peluang bagi mixologist.

Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati, mengatakan minuman kini menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar pelepas dahaga.

"Minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi telah menjadi bagian dari pengalaman yang melengkapi berbagai momen, mulai dari membuat kreasi sendiri di rumah, bersantai di kafe, hingga perjalanan wisata," ujarnya.

>>> Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming

Menurut Winny, perubahan itu mendorong kebutuhan akan inovasi dan kreativitas di industri beverage.

Karena itu, mixologist berperan penting dalam menghadirkan pengalaman baru melalui racikan minuman unik.