Manajemen Persija Jakarta akhirnya angkat bicara terkait sanksi yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kepada Shin Tae Yong.

Dalam rilis resmi yang diterima CNN Indonesia, Jumat (24/7), Persija menyatakan menghormati keputusan KFA.

>>> Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0

"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini," tulis manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Meski demikian, Persija belum mengambil sikap terkait sanksi yang diterima pelatihnya. Klub memilih untuk memantau situasi terlebih dahulu.

"Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi," lanjut pernyataan tersebut.

KFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae Yong berupa larangan melatih selama 10 tahun pada akhir Juli. Sanksi ini dikeluarkan setelah menindaklanjuti laporan dari pemain Ulsan Hyundai.

>>> Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo

Selain larangan melatih, Shin juga dilarang terlibat dalam kompetisi dalam jabatan apapun dan diusir secara permanen dari klub.

Namun, sanksi ini hanya berlaku di Korea Selatan.

Dengan demikian, Shin Tae Yong masih bisa melatih klub di luar Korea, termasuk Persija Jakarta yang kini ia tangani.

Perseteruan Shin dengan KFA bermula dari laporan kekerasan terhadap pemain saat ia masih menangani Ulsan Hyundai. Shin juga dilaporkan bermain golf di tengah kompetisi.

>>> Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol

Akibatnya, ia dipecat oleh Ulsan Hyundai dan kemudian mendapat sanksi dari KFA.