Shin Tae Yong (STY) menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) yang menjatuhkan sanksi larangan melatih selama 10 tahun di Korea Selatan.

"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkap kebenarannya," ujar Shin seperti dikutip dari media Korea Selatan, Ichannela.

>>> Iran Peringatkan Warga Timur Tengah Jauhi Pasukan AS

Sanksi tersebut dijatuhkan KFA setelah Komite Fair Play menggelar pertemuan pada awal Juli 2026.

Shin dinyatakan bersalah atas dugaan tindak kekerasan terhadap pemain Ulsan HD, Jeong Seung Hyun, saat ia menangani klub tersebut.

Selain itu, Shin juga dilaporkan bermain golf di tengah kompetisi. Akibatnya, ia dipecat oleh Ulsan Hyundai sebelum akhirnya mendapatkan sanksi dari KFA.

>>> Perta Arun Gas Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Pasar Re-Ekspor LNG Dunia

Tiga Sanksi dari KFA

KFA menjatuhkan tiga sanksi kepada Shin Tae Yong. Pertama, larangan melatih selama 10 tahun.

Kedua, larangan terlibat dalam kompetisi dalam jabatan apa pun. Ketiga, pengusiran permanen dari klub.

Namun, sanksi ini hanya berlaku di Korea Selatan. Shin tetap bisa melatih di luar negeri, termasuk di Indonesia bersama Persija Jakarta yang kini ia tangani.

>>> Istri Pemilik Hanania Travel Jadi Tersangka Penipuan Umrah

Shin disebutkan berencana mengajukan banding atas hukuman tersebut. "Apakah dia ingin mengajukan banding, dia masih mempertimbangkannya," tulis media Korea Selatan, Nate.