Keberhasilan Program Strategis Nasional (PSN) di Papua tidak cukup diukur dari pembangunan kawasan ekonomi atau infrastruktur semata.

Pembangunan baru dapat dikatakan berhasil jika mampu melahirkan generasi Orang Asli Papua (OAP) yang berpendidikan, berdaya saing, dan menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya.

>>> Medan Fashion Trend 2026 Dorong Wastra Sumut Naik Kelas

Pandangan tersebut mengemuka dalam Konsultasi Publik bertajuk Perumusan Model Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas, Pendampingan Belajar, dan Pengasuhan yang Berakar pada Budaya Lokal di Merauke, Jumat (24/7/2026).

Acara itu diselenggarakan oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI).

Pendidikan Harus Sejalan dengan Investasi

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Merauke, Irwan, mengatakan pengembangan PSN, termasuk di kawasan Wanam, akan membawa perubahan sosial dan ekonomi yang besar.

Pemerintah perlu memastikan pembangunan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat asli memperoleh manfaat langsung dari investasi yang masuk.

"Jangan sampai pembangunan berjalan cepat, tetapi masyarakat asli hanya menjadi penonton.

Keberhasilan PSN harus diukur dari seberapa banyak anak-anak Papua yang nantinya menjadi sarjana, tenaga profesional, wirausahawan, dan pemimpin yang mengelola pembangunan di daerahnya sendiri," kata Irwan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan investasi di sektor pendidikan melalui peningkatan mutu sekolah, perluasan akses beasiswa, pendidikan vokasi, hingga penguatan pendidikan nonformal berbasis komunitas.

"Ketika investasi masuk ke Papua, investasi terhadap manusia Papua juga harus ditingkatkan.

Pendidikan adalah modal utama agar Orang Asli Papua memiliki kemampuan bersaing sekaligus memperoleh manfaat langsung dari pembangunan yang berlangsung di wilayahnya," ujarnya.

>>> Gaya Chic Demi Moore Lawan Terik Matahari di Paris, Topi Extra Large Bak Awan