Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan keluarga juga menjadi faktor penting dalam memperkuat akses pendidikan.

PSN diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat lokal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

"Karena itu, PSN harus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat lokal. Ketika kesejahteraan keluarga meningkat, kualitas pendidikan anak juga akan meningkat.

Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan," katanya.

Selain mendorong peningkatan kualitas SDM, pembangunan juga dinilai perlu tetap memperhatikan pelestarian identitas budaya masyarakat Papua agar modernisasi berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai lokal.

"Modernisasi harus memperkuat, bukan menghapus identitas budaya.

Kita membutuhkan generasi Papua yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap memahami adat, menghormati budaya, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya," ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan PSN pada akhirnya akan tercermin dari meningkatnya kualitas sumber daya manusia Papua dan semakin besarnya peran Orang Asli Papua dalam mengelola pembangunan di wilayahnya.

"Tujuan akhir pembangunan bukan sekadar membangun kawasan, melainkan membangun manusianya.

>>> Maroko Investasi $13 Miliar untuk Amonia Hijau dari Surya dan Angin

Ketika anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sejahtera, dan mampu memimpin pembangunan di tanahnya sendiri, saat itulah PSN benar-benar berhasil mewujudkan keadilan pembangunan bagi Papua," pungkasnya.