Hari Anak Nasional ke-42 pada 23 Juli 2026 menjadi pengingat perjuangan Veronika Reni, nasabah PNM Mekaar pertama di Kampung Wae Moto, Desa Compang Liang Ndara, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sejak bergabung dengan PNM Mekaar pada 2020, perempuan yang menghidupi keluarga dari hasil kebun sayur ini tak pernah berhenti berjuang demi anaknya, Citra.

>>> Wali Kota New York Mamdani Terima Ancaman Pembunuhan karena Dukung Gaza

Citra, siswi kelas 6 SD Inpres Wae Moto, selama lima tahun berturut-turut menjadi juara pertama di kelasnya.

Sebelum mengenal PNM Mekaar, keinginan Veronika memberikan yang terbaik untuk anak kerap terbentur keterbatasan modal.

Ketika PNM Mekaar masuk ke kampungnya, tanpa ragu ia menjadi nasabah pertama demi masa depan Citra.

"Yang penting anak saya bisa sekolah dengan baik, punya masa depan yang lebih baik dari saya," ujar Veronika.

Kisah Veronika dan Citra terjadi di jutaan rumah tangga prasejahtera di Indonesia, di mana para ibu memilih untuk tidak menyerah.

>>> Hasil Piala AFF: Gol Dramatis Injury Time, Singapura Gebuk Kamboja 2-1

Dukungan PNM untuk Pendidikan Anak

Di momentum Hari Anak Nasional 2026, PNM meyakini bahwa mendukung perempuan prasejahtera berarti mendukung masa depan anak-anak mereka.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan keberhasilan pemberdayaan turut diukur dari kesempatan anak-anak nasabah meraih pendidikan layak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui PNM Scholarship 2026, di mana 1.590 anak nasabah aktif Mekaar dan ULaMM menerima beasiswa dari SD hingga perguruan tinggi.

Citra tercatat sebagai salah satu penerima beasiswa dari PNM.

"PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan belajar dan meraih masa depan lebih baik.

>>> Hasil AVC Cup: Hajar Filipina, Timnas Voli Indonesia ke Semifinal

Kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka," ujar Kindaris.