KFA Jatuhi Sanksi Berat, Shin Tae-yong Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea Selatan
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) secara resmi menjatuhkan tiga sanksi berat kepada mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Hukuman tersebut merupakan buntut dari polemik yang terjadi saat dirinya menangani klub Korea Selatan, Ulsan HD.
>>> Prabowo: PDIP Sebenarnya Hatinya Sama dengan Pemerintah
Keputusan tegas ini diambil setelah KFA menggelar pertemuan khusus bersama Komite Fair Play pada awal Juli 2026.
Tiga Sanksi Berat untuk Shin Tae-yong
Sanksi utama yang dijatuhkan adalah larangan melatih selama 10 tahun di seluruh klub yang berada di bawah yurisdiksi KFA.
Hukuman ini secara signifikan membatasi aktivitas profesional Shin Tae-yong di tanah airnya.
Selain larangan melatih selama satu dekade, KFA menetapkan dua poin hukuman tambahan.
Pertama, Shin dilarang terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea Selatan dalam kapasitas atau jabatan apa pun, tidak terbatas pada posisi pelatih kepala.
>>> Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
Kedua, Shin juga diusir secara permanen dari lingkup klub sepak bola di bawah naungan KFA.
Rangkaian sanksi ini menjadi catatan berat bagi perjalanan karier manajerial Shin Tae-yong di Korea Selatan.
Hukuman tersebut sekaligus menutup ruang geraknya untuk berkarier di kompetisi domestik dalam jangka panjang.
Meskipun sanksi yang dijatuhkan terbilang berat, KFA menegaskan bahwa cakupan hukuman tersebut hanya berlaku di wilayah hukum Korea Selatan.
KFA tidak memiliki kewenangan langsung untuk melarang Shin Tae-yong melanjutkan karier kepelatihan di luar negeri.
>>> Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 Resmi Dirilis
Dengan demikian, Shin masih bisa menangani klub atau tim nasional di bawah naungan konfederasi atau federasi negara lain.
Update Terbaru
Resmi: Jurgen Klopp Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Sekjen Kemendagri Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Kerja Rutin
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Nam Joo Hyuk Kembali ke Genre Kriminal Lewat Serial Disney+ 'Code'
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Ponsel Lipat Baru Samsung Makin Lebar, Buat Apa?
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Mendagri: Pelayanan Publik Berkualitas Kunci Ketahanan Negara
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Imigrasi Cekal 2 WN Belanda Penyelenggara Event Lari Diskriminatif di Canggu
Jumat / 24-07-2026, 17:50 WIB
Tesla Catat Rekor Pengiriman, Saham Justru Anjlok Terparah
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Tiga Desainer IFC Tampilkan Koleksi 'Quiet Defiance' di JF3 2026
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Amran Minta Polisi Usut 7 Perusahaan Diduga Tolak Serap Tebu Petani
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Pramono Pastikan SDN Kebayoran Lama 09 Dibangun Tahun Ini, Anggaran Rp48,1 M
Jumat / 24-07-2026, 17:49 WIB
Jordi Amat Ungkap Permintaan John Herdman Jelang Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 17:46 WIB
Film Doraemon Baru Bawa Nobita ke London Era Victoria pada Musim Semi 2027
Jumat / 24-07-2026, 17:46 WIB
Pameran Silent Hill 2 Dibuka di Ikebukuro PARCO dengan Merchandise Eksklusif
Jumat / 24-07-2026, 17:46 WIB
Golden Period Kunci Penanganan Stroke dan Serangan Jantung
Jumat / 24-07-2026, 17:37 WIB







