Iran Peringatkan Warga Timur Tengah Jauhi Pasukan AS

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di Timur Tengah untuk menjauhi pasukan Amerika Serikat.
"Kami memperingatkan masyarakat umum di negara-negara tempat tentara AS ditempatkan untuk segera menjauh dari radius 500 meter dari tempat-tempat persembunyian tentara Amerika, demi keselamatan," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip AFP, Kamis (24/7).
>>> Perta Arun Gas Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Pasar Re-Ekspor LNG Dunia
Peringatan ini muncul setelah Iran meluncurkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas dan pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Jumat (25/7).
Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan AS yang telah berlangsung selama lima bulan terakhir.
Target Serangan Iran
Salah satu target Iran adalah pusat data milik Amazon di Bahrain. Namun, baik Amazon maupun Bahrain belum memberikan komentar terkait klaim tersebut.
IRGC menyatakan bahwa drone kamikaze Arash menyerang tangki bahan bakar, gudang peralatan besar, silo, dan barak pasukan AS di Pangkalan Udara Isa di Bahrain.
>>> Istri Pemilik Hanania Travel Jadi Tersangka Penipuan Umrah
AS belum mengonfirmasi penargetan fasilitas atau personelnya. Sementara itu, Bahrain mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sejumlah agresi udara Iran.
Di Yordania, serangan drone Iran menargetkan hangar pesawat, hangar perawatan penerbangan, dan barak di Pangkalan Al Azraq.
Iran juga meluncurkan drone ke gudang peralatan AS di Camp Udairi serta lokasi personel AS di Camp Hoda dan Camp Arifjan di Kuwait.
Selain itu, Iran mengeklaim serangan terhadap silo penyimpanan peralatan di Camp Udairi dan menara pengawas Armada Kelima AS di Bahrain.
Teheran menegaskan bahwa setiap fasilitas atau pangkalan di Timur Tengah yang digunakan militer AS untuk menyerang Iran dianggap sebagai target sah untuk pembalasan.
Update Terbaru
Adrien Broner Tertawa Saat Tahu Digugat Atas Tuduhan Pelecehan Seksual
Jumat / 24-07-2026, 22:29 WIB
Nick Bosa Bereaksi Gembira atas PHK Ryan Clark di ESPN
Jumat / 24-07-2026, 22:29 WIB
Ilmuwan Ungkap Kebenaran: Mungkinkah Dinosaurus Diciptakan Kembali?
Jumat / 24-07-2026, 22:29 WIB
Nauli Ecoprint: UMKM Ramah Lingkungan Binaan Bank Indonesia dari Sumut
Jumat / 24-07-2026, 22:29 WIB
Rekomendasi Liburan ke Purwokerto: Tempat Wisata dan Kuliner Khas Banyumas
Jumat / 24-07-2026, 22:29 WIB
PSN Papua Dinilai Harus Tingkatkan Kualitas SDM OAP
Jumat / 24-07-2026, 22:28 WIB
Medan Fashion Trend 2026 Dorong Wastra Sumut Naik Kelas
Jumat / 24-07-2026, 22:28 WIB
Gaya Chic Demi Moore Lawan Terik Matahari di Paris, Topi Extra Large Bak Awan
Jumat / 24-07-2026, 22:27 WIB
Maroko Investasi $13 Miliar untuk Amonia Hijau dari Surya dan Angin
Jumat / 24-07-2026, 22:27 WIB
Kawasan Industri MNK Gunakan PLTS Modena, Emisi Turun 360 Ton per Tahun
Jumat / 24-07-2026, 22:26 WIB
Guru Les di Tangerang Jadi Tersangka Pelecehan, Korban Capai 29 Anak
Jumat / 24-07-2026, 22:08 WIB
Kisah Veronika Gabung PNM Mekaar, Menolak Menyerah demi Anak
Jumat / 24-07-2026, 22:07 WIB
Lee Junho Jadi Naga dalam Drama Fantasi Romantis Terbaru bersama Hong Hwayeon
Jumat / 24-07-2026, 22:05 WIB
Wali Kota New York Mamdani Terima Ancaman Pembunuhan karena Dukung Gaza
Jumat / 24-07-2026, 22:04 WIB







