Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata Trump, Ada Apa di Balik Keputusan Teheran?
Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan Amerika Serikat (AS). Penolakan itu disampaikan setelah Washington mengirimkan usulan melalui Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi.
Laporan penolakan tersebut diungkap oleh The New York Times (NYT) dengan mengutip pejabat Iran dan Irak yang mengetahui pembahasan tersebut.
>>> Eks Bos Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Dana Pakan Hewan Rp10,2 Miliar
PM Irak membawa proposal itu saat melakukan kunjungan resmi ke Teheran usai bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Menurut laporan NYT, proposal yang dibawa Al-Zaidi menjadi satu-satunya tawaran gencatan senjata yang diajukan Washington. Namun, Iran memilih menolak karena menganggap usulan itu tidak menyentuh persoalan utama.
Alasan Penolakan Iran
Teheran menilai proposal tersebut tidak memberikan solusi atas sengketa kendali Selat Hormuz. Jalur pelayaran itu menjadi salah satu titik paling strategis bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Dalam kunjungannya, PM Irak bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kedua negara membahas hubungan bilateral, situasi keamanan kawasan, hingga kerja sama di berbagai sektor.
Pembahasan juga mencakup pelaksanaan sejumlah perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Iran dan Irak disebut sepakat memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, energi, transportasi, dan urusan regional.
>>> Cara Cek Status Bansos BPNT Juli 2026 di HP dengan NIK KTP
Selain bertemu Presiden Iran, Al-Zaidi juga menggelar pertemuan dengan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Sejumlah media Iran menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas.
Laporan NYT juga menyebut dua pejabat Iran mengungkapkan bahwa Teheran akan memperluas perang ke tingkat regional apabila AS benar-benar menyerang wilayah Iran dan infrastruktur vital lainnya.
Langkah tersebut disebut dapat mencakup serangan ke Tel Aviv hingga meminta kelompok Houthi di Yaman menutup Selat Bab el-Mandeb.
>>> Lamine Yamal Puncaki Daftar Pemain dengan Valuasi Tertinggi
Penolakan proposal gencatan senjata itu terjadi ketika militer AS kembali melancarkan serangan terhadap target-target Iran. Serangan terbaru tersebut berlangsung hingga malam ke-13 secara berturut-turut.
Update Terbaru
Maarten Paes Jadi Aktor Kunci Ajax saat Hajar Vojvodina di Conference League
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Dump Truk Tabrak Rambu Penunjuk Jalan di Tol Cijago hingga Roboh
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Menko AHY Dorong Dekarbonisasi Transportasi demi Kemandirian Energi
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Calon Taruna Akpol 2026
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Status Halal Warung Bakmi Legendaris Bandung Dipertanyakan
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Mengenal Kuota Rollover yang Bikin Sisa Kuota Internet Tak Hangus
Jumat / 24-07-2026, 15:50 WIB
Kapolda Jabar Sambut Baik Sayembara Tangkap Begal dari KDM
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
Media AS: 12 Tentara Amerika Luka Parah Akibat Gempuran Iran
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
Benarkah Pakai Nitrogen Membuat Tekanan Udara Ban Lebih Awet?
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
Messi Tunda Pensiun dari Argentina, Bakal Ada Laga Perpisahan
Jumat / 24-07-2026, 15:49 WIB
PAS Sky Shop, Pertamina Bawa Produk UMKM Terbang Bersama Pelita Air
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB
Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Berkarya dengan Musik Sendiri
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB
EMC Restomod G-Wagen Oranye: Tampak Klasik, Mesin Modern
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB
Bank Mandiri Raup Laba Rp30,4 Triliun per Juni 2026, Naik 24,4 Persen
Jumat / 24-07-2026, 15:45 WIB







