Media Amerika Serikat, The New York Times, mengungkapkan bahwa banyak tentara AS menjadi korban akibat gempuran Iran di sejumlah negara Timur Tengah, terutama Yordania.

Dalam laporan khusus, media tersebut membeberkan bahwa 12 tentara AS mengalami luka parah karena serangan Iran di Yordania dan negara-negara Arab lainnya.

>>> Benarkah Pakai Nitrogen Membuat Tekanan Udara Ban Lebih Awet?

Seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The New York Times bahwa para tentara yang luka serius telah dirawat di rumah sakit militer AS di Jerman.

Sebelumnya, tiga tentara AS tewas akibat serangan rudal dan drone Iran di Pangkalan Udara Al Muwaffaq Salti, Yordania.

Jumlah personel yang tewas dan luka termasuk di antara sekitar 100 anggota militer AS yang menurut Pentagon telah terluka dalam serangan Iran sejak awal Juli.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa sekitar 50 dari luka-luka itu diderita selama serangan baru-baru ini terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS di Yordania.

>>> Messi Tunda Pensiun dari Argentina, Bakal Ada Laga Perpisahan

The New York Times melaporkan bahwa Komando Pusat AS tidak diwajibkan mengungkapkan informasi tentang anggota militer yang terluka, terutama jika mereka segera kembali bertugas.

Penyelidikan terhadap serangan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti yang menewaskan tiga tentara AS dan melukai lainnya masih berlangsung.

Selain itu, sistem radar di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber di Kuwait hancur sekitar 20 Juli, hanya enam bulan setelah beroperasi.

Sebuah gudang di fasilitas angkatan laut di Bahrain rusak parah terkena serangan, sementara Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait mengalami kerusakan ringan.

>>> PAS Sky Shop, Pertamina Bawa Produk UMKM Terbang Bersama Pelita Air

Sebuah tenda militer besar di lokasi AS di dalam Bandara Internasional Erbil di Irak juga hancur.