Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menargetkan Indonesia menjadi pusat pengolahan kakao dunia. Target ini didorong oleh kinerja industri pengolahan kakao nasional yang terus meningkat.

Berdasarkan data Grind Statistics Q2 2026, volume pengolahan kakao Indonesia mencapai 110.410 ton pada triwulan II-2026. Angka ini naik 30,1% dibandingkan triwulan I-2026.

>>> Cara Mudah Dapat Saldo Dana Rp277.000 dari Aplikasi Undo Cinema 2026

Peningkatan terjadi di tengah volatilitas harga kakao global dan meningkatnya tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan. Hal ini menunjukkan daya saing industri kakao Indonesia yang semakin kuat.

Menperin optimistis tren positif ini akan berlanjut. Pemerintah terus mendorong hilirisasi kakao untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

>>> Cara Cek Status Pencairan BPNT Tahap 3 Tahun 2026 via Verifikasi Rekening

Dengan volume grinding yang besar, Indonesia semakin kokoh sebagai salah satu pusat pengolahan kakao terbesar di dunia.

>>> Menteri PU Bantah Isu Pegawai Wafat Imbas Cuti Tak Disetujui: Hoaks

Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok kakao global.