Anggapan bahwa telinga berdenging merupakan tanda ibadah seseorang ditolak masih banyak dipercaya di masyarakat. Keyakinan ini kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang sedang giat beribadah.

Padahal, dalam ajaran Islam, diterima atau tidaknya ibadah adalah hak mutlak Allah SWT. Tidak ada tanda fisik tertentu yang bisa dijadikan patokan, termasuk telinga berdenging.

>>> Persib Bandung Amankan 11 Pemain Asing untuk Musim 2026/2027

Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya menegaskan bahwa telinga berdenging tidak ada kaitannya dengan pertanda spiritual seperti panggilan Nabi Muhammad SAW atau isyarat akan terjadi sesuatu.

Beliau mengingatkan umat Islam agar tidak mudah mengaitkan kondisi fisik dengan hal-hal yang tidak memiliki dasar syariat.

"Jangan dihubung-hubungkan dengan dipanggil Nabi dan sebagainya. Nabi memanggil setiap hari kepada kita kok.

'Ayo salat, ayo ibadah, ayo ini'. Jangan nunggu berdenging telinga," jelas Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV, Jumat (24/7/2026).

>>> Panduan Hitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor 2026

Beliau juga menegaskan bahwa umat Islam tidak perlu mencari makna khusus di balik telinga berdenging. "Jangan menghubung-hubungkan hal demikian itu.

Tidak tahu itu perintah di mana. Pertanyaan boleh-boleh saja, maka kami jawab, 'Enggak.

Telinga berdenging, ya berdenging'," tegasnya.

Jika telinga berdenging terjadi berulang atau mengganggu, Buya Yahya menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

>>> Febrie Adriansyah Kembali Diperiksa Tim 9 Terkait Dugaan TPPU Emas 74 Kg

Sebab, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh gangguan medis yang memerlukan penanganan, bukan pertanda spiritual.