Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature mengungkapkan bahwa racun yang dihasilkan oleh bakteri E.

coli mungkin menjadi penyebab utama meningkatnya kasus kanker usus besar pada orang dewasa muda.

>>> Alasan Mengejutkan Generasi Muda Mungkin Tak Akan Capai Usia 100 Tahun

Penelitian yang dipimpin oleh Marcos Díaz-Gay dan Ludmil Alexandrov dari UC San Diego ini menganalisis 981 genom kanker usus besar dari pasien di 11 negara.

Tim menemukan bahwa jejak racun colibactin muncul 3,3 kali lebih sering pada pasien yang didiagnosis di bawah usia 40 tahun dibandingkan mereka yang didiagnosis setelah 70 tahun.

Sekitar setengah dari seluruh kasus pada pasien di bawah 40 tahun membawa jejak racun tersebut.

Negara dengan tingkat kanker usus besar awal tertinggi juga menunjukkan konsentrasi mutasi terkait colibactin yang paling berat.

Kerusakan yang Dimulai Sejak Masa Kanak-Kanak

Ketika peneliti menelusuri waktu terjadinya mutasi, mereka menemukan bahwa kerusakan kemungkinan besar terjadi selama dekade pertama kehidupan, puluhan tahun sebelum tumor terbentuk.

Pada sekitar 15% kasus yang diteliti, colibactin secara langsung merusak gen APC, pemicu genetik kanker usus besar.

Tim mengidentifikasi dua tanda mutasi spesifik yang terkait dengan racun tersebut, yaitu SBS88 dan ID18.

Díaz-Gay, yang kini berada di Pusat Penelitian Kanker Nasional Spanyol di Madrid, mengatakan bahwa proyek tersebut awalnya tidak bertujuan mempelajari kanker awal.

Hubungan dengan colibactin muncul secara alami saat data terkumpul.

Sebagian besar pasien kanker usus besar yang lebih muda tidak memiliki faktor risiko umum seperti riwayat keluarga, merokok, atau obesitas.

>>> Harga Minyak Tembus USD100, Purbaya Pastikan Tak Ada Rencana Tambah Kuota BBM Subsidi