Operasi pencarian 14 korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi ditutup setelah berlangsung selama 10 hari.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan penutupan dilakukan karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana operasi.

>>> Shin Tae Yong Sebut Sanksi 10 Tahun dari KFA Tidak Adil

"Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10, karena tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban," ujar Andi Sultan pada Jumat (24/7).

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban dalam briefing di posko SAR gabungan.

Selama operasi hari ke-10, tim SAR membagi pencarian ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 menggunakan KN SAR Kamajaya dan RIB menyisir wilayah barat Kepulauan Sabalana dan pulau tak berpenghuni.

SRU 2 yang terdiri dari kapal Badan Pemerintah Desa Sabalana dan kapal nelayan menyisir wilayah timur Kepulauan Sabalana.

>>> Iran Peringatkan Warga Timur Tengah Jauhi Pasukan AS

Berdasarkan validasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan KSOP, jumlah penumpang (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang.

Dari jumlah tersebut, 58 orang ditemukan selamat, 4 orang meninggal dunia, dan 14 orang masih dinyatakan dalam pencarian.

Meski operasi SAR resmi ditutup, Basarnas tetap membuka ruang koordinasi jika ada informasi baru terkait keberadaan korban yang belum ditemukan.

"Apabila di kemudian hari ada informasi atau penemuan yang berkaitan dengan korban, Basarnas siap melakukan tindak lanjut sesuai prosedur," kata Andi Sultan.

>>> Perta Arun Gas Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Pasar Re-Ekspor LNG Dunia

Seluruh personel yang terlibat dalam operasi dikembalikan ke satuan masing-masing untuk kembali bersiaga menghadapi potensi kondisi kedaruratan lainnya.