Menyemprotkan parfum ke leher masih menjadi perdebatan.

Sebagian orang menganggapnya berbahaya karena kandungan alkohol, sementara yang lain meyakini leher sebagai titik nadi yang membuat aroma lebih tahan lama.

>>> Xpeng X9 Terbaru: Teknologi Canggih dan Kabin Lebih Senyap

Pakar Multiomics Cancer IPB, dr. Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, memberikan penjelasan. Menurutnya, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan semprot parfum di leher secara langsung menyebabkan kanker tiroid.

Namun, sebuah studi tinjauan sistematis menunjukkan bahwa kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, berkaitan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid.

"Adapun hubungan dengan kanker tiroid masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara langsung," jelas dr. Agil, dikutip dari laman IPB.

Parfum atau cologne umumnya mengandung bahan kimia seperti phthalates, parabens, dan triclosan yang dapat diserap melalui kulit.

>>> Ramalan Zodiak 29 Juni: Pisces Manfaatkan Peluang, Capricorn Tetap Tenang

Kulit leher yang relatif tipis dan dekat dengan kelenjar tiroid secara teoritis meningkatkan risiko paparan, terutama jika dilakukan berulang kali.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara sejumlah paraben juga berdampak pada keseimbangan sistem endokrin tubuh," terang dr. Agil.

Ia menambahkan bahwa paparan berulang di area leher secara teoritis dapat meningkatkan peluang efek zat tersebut secara lokal maupun sistemik.

Kesimpulannya, menyemprot parfum di leher tidak dilarang secara mutlak, tetapi perlu diwaspadai karena potensi risiko gangguan tiroid akibat paparan bahan kimia tertentu.

>>> JAECOO Rayakan Penjualan 20.000 Unit J5 EV, Kokoh di 5 Besar

Disarankan untuk tidak menyemprot terlalu sering atau langsung ke area leher.