Banyak orang masih bingung membedakan Eau de Toilette (EDT) dan Eau de Parfum (EDP).

Padahal, kedua jenis parfum ini memiliki perbedaan signifikan pada konsentrasi minyak parfum dan daya tahan aroma.

in1

>>> 81% Pekerja Indonesia Puas dengan Gaji, Tertinggi di Asia Pasifik

EDT memiliki konsentrasi minyak parfum sekitar 5–15 persen. Kandungan alkohol yang lebih tinggi membuat aromanya terasa ringan, segar, dan cepat menyebar saat pertama disemprotkan.

Daya tahan EDT umumnya sekitar 3–5 jam, tergantung jenis kulit, cuaca, dan komposisi parfum.

Jenis ini cocok untuk aktivitas sehari-hari, cuaca panas, atau bagi yang menyukai aroma tidak terlalu menyengat.

Sementara itu, EDP memiliki konsentrasi minyak parfum lebih tinggi, yaitu 15–20 persen. Aroma yang dihasilkan lebih kaya, lebih dalam, dan bertahan lebih lama dibanding EDT.

Dalam pemakaian normal, EDP dapat bertahan sekitar 5–8 jam, bahkan lebih pada formula tertentu. Wanginya juga berkembang bertahap dari top notes hingga base notes.

>>> Zach Ertz Kenang Karier di Eagles dan Fase Rambut Pirang

Karena karakternya lebih intens, EDP sering dipilih untuk acara formal, kegiatan malam hari, atau saat ingin parfum yang tidak perlu sering disemprot ulang.

Perbedaan Utama EDT dan EDP

Perbedaan paling mendasar terletak pada konsentrasi minyak parfum.

EDT dengan kadar 5–15 persen menghasilkan aroma ringan dan segar, sedangkan EDP dengan kadar 15–20 persen memberikan wangi yang lebih kuat dan tahan lama.

Dari segi daya tahan, EDT bertahan 3–5 jam, sementara EDP bisa mencapai 5–8 jam.

Untuk pemakaian sehari-hari, EDT lebih praktis karena aromanya tidak terlalu menyengat dan mudah diganti jika ingin variasi.

>>> Fans Coret Erling Haaland dari Susunan Pemain Gabungan Prancis-Norwegia

Namun, jika Anda menginginkan wangi yang tahan lama tanpa perlu semprot ulang, EDP adalah pilihan tepat. Sesuaikan dengan aktivitas dan preferensi pribadi agar tidak salah memilih.