Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi kesehatan, namun masih menghadapi tantangan serius dalam mengubah hasil penelitian menjadi solusi yang dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Widyaretna Buenastuti, Konsultan Public Affairs dan Komunikasi di Inke Maris & Associates, dalam Keynote Address pada forum HIPELKI 2026 di Solo.

in1

>>> Korban Jiwa Gempa Venezuela Tembus 1.430 Orang, Waktu Penyelamatan Menipis

Peran Koalisi Advokasi

Menurut Dr. Widyaretna, koalisi advokasi menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan.

Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem alat kesehatan nasional.

>>> Kemenperin Minta Kebijakan AGIT Dicabut, Hambat Implementasi HGBT

Forum HIPELKI 2026 menjadi wadah strategis untuk membahas langkah konkret dalam mendorong inovasi dan produksi alat kesehatan dalam negeri.

>>> Fortuner Diesel Eks Kendaraan Dinas Dilelang Rp 128 Juta, Pajaknya Cuma Rp 1,8 Juta

Dengan sinergi yang kuat, Indonesia diharapkan mampu mengurangi impor dan meningkatkan kemandirian di sektor alat kesehatan.