PT Esa Medika Mandiri Siap IPO di BEI, Bidik Dana Rp269,27 Miliar
PT Esa Medika Mandiri bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran ini akan menggunakan kode saham EMMI.
>>> China Tuding Intelijen Asing Gunakan Ikan Mata-mata di Perairan
Dalam aksi korporasi tersebut, calon emiten ini menawarkan sebanyak 522.857.000 saham. Jumlah itu setara dengan 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Pada masa bookbuilding, EMMI menetapkan harga saham pada kisaran Rp446 hingga Rp515 per saham. Dengan rentang harga tersebut, perusahaan berpotensi meraup dana segar maksimal sebesar Rp269,27 miliar.
Perseroan juga mengalokasikan 10% dari saham yang ditawarkan dalam IPO, atau setara 52.285.700 saham, untuk program Employee Stock Allocation (ESA).
Jika seluruh proses berjalan lancar, EMMI dijadwalkan melantai di bursa pada 8 Juli 2026.
Prospek Sektor Alat Kesehatan
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas, Chory, menilai PT Esa Medika Mandiri secara fundamental berada di sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang yang cukup baik.
Sektor tersebut mencakup distribusi dan manufaktur alat kesehatan.
Pertumbuhan industri alat kesehatan nasional didorong oleh peningkatan belanja kesehatan pemerintah serta perluasan fasilitas kesehatan.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) turut memicu perkembangan sektor ini.
Prospektus perusahaan menunjukkan pasar alat kesehatan di Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sekitar 8,68% hingga tahun 2030.
EMMI memiliki pengalaman operasional lebih dari 20 tahun di industri alat kesehatan. Perusahaan didukung oleh jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal global.
Update Terbaru
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
5 Makanan Alami untuk Turunkan Asam Urat, Mudah Didapat
Minggu / 21-06-2026, 17:37 WIB
AS dan Iran Sepakati Memorandum Perdamaian, Pembicaraan di Swiss Tertunda
Minggu / 21-06-2026, 17:36 WIB
Pemkot Surabaya Dorong Industri Kreatif Lewat Surabaya Fashion Festival 2026
Minggu / 21-06-2026, 17:32 WIB
Pramono: Pilah Sampah Kurangi Volume Sampah ke Bantar Gebang
Minggu / 21-06-2026, 17:32 WIB
Gerak Jalan Sarungan di Tangerang Perkuat Akhlak dan Ekonomi Warga
Minggu / 21-06-2026, 17:31 WIB
Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia
Minggu / 21-06-2026, 17:31 WIB
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
Minggu / 21-06-2026, 17:26 WIB
Dukuh Atas Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Terpadu di Jakarta
Minggu / 21-06-2026, 17:26 WIB
IHSG Diprediksi Mixed Cenderung Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham
Minggu / 21-06-2026, 17:24 WIB
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Kurangi Penerimaan Negara
Minggu / 21-06-2026, 17:21 WIB
Bupati Natuna: Sekolah Satu Atap solusi pemerataan pendidikan di daerah terpencil
Minggu / 21-06-2026, 17:21 WIB
YLKI Dukung Pembangunan PLTS 100 GW untuk Diversifikasi Energi
Minggu / 21-06-2026, 17:20 WIB






