Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,078% ke level 6.177,14 pada perdagangan Jumat (19/6/2026).

Pergerakan indeks sempat volatil akibat aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

in1

>>> Jerman Amankan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

MSCI menurunkan level kriteria arus informasi Indonesia menjadi negatif. Hal ini mencerminkan minimnya keterbukaan data kepemilikan dan keterbatasan pasar valuta asing yang menghambat penilaian investor global.

Sentimen Ekonomi dan Prospek IHSG

Pengamat Pasar Modal, Hans Kwee, menyatakan fundamental ekonomi domestik masih kuat di tengah sentimen global.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75% turut membayangi laju penguatan indeks.

"Prospek IHSG saat ini masih relatif konstruktif meski pasar sedang mengalami fase konsolidasi," ujar Hans Kwee.

>>> Deniz Undav Bawa Jerman ke 32 Besar Piala Dunia 2026

IHSG diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi di rentang 6.200 hingga 6.500 hingga akhir Juni 2026.

Investor kini menantikan arah tren pasar setelah mencerna berbagai sentimen ekonomi yang berkembang.

"Namun, fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan itu bisa menjadi penopang utama bagi pasar saham," tutur Hans Kwee.

Saham perbankan seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI disarankan karena struktur pendanaan yang tahan terhadap suku bunga.

>>> HoYoverse Bagikan Kode Redeem Honkai Impact 3rd Juni 2026 Gratis

Sebaliknya, sektor properti dan multifinance dinilai lebih sensitif terhadap kenaikan kebijakan moneter.