Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan dalam fase konsolidasi pada perdagangan Jumat (19/6/2026).

Pergerakan ini merupakan respons pelaku pasar terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review.

in1

>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile Juni 2026, Buruan Klaim

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyatakan bahwa pergerakan indeks saham domestik masih berada dalam rentang ekspektasi pasar.

"IHSG bergerak konsolidasi dan respons investor terhadap laporan MSCI 2026 cukup positif," ujarnya.

Laporan MSCI 2026 menempatkan Indonesia tetap pada kategori emerging market.

Namun, lembaga indeks global tersebut memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar, serta terbatasnya informasi berbahasa Inggris untuk investor asing.

Fokus pasar kini tertuju pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026.

Di sisi lain, tekanan eksternal muncul akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.804 per dolar Amerika Serikat seiring ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile Juni 2026, Klaim Pemain OVR Tinggi Gratis

Sektor Infrastruktur Pimpin Penguatan

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut penguatan IHSG ditopang oleh kinerja sejumlah sektor bursa.

"Sektor infrastruktur menjadi yang paling menguat, sementara sektor properti dan real estate mengalami tekanan," jelasnya.

Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi harian mencapai Rp24,65 triliun. Saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, MDKA, WIFI, AKRA, dan UNVR menjadi penopang indeks.

Sebaliknya, saham TLKM, TOWR, ADMR, AMMN, dan BRPT menjadi penekan laju IHSG.

Untuk pergerakan pasar menjelang awal pekan depan, Alrich Paskalis Tambolang memperkirakan IHSG masih akan tertahan pada pola pergerakan menyamping.

"Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.250," ujarnya.

>>> Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1, Puncaki Grup E Piala Dunia 2026

Pergerakan pasar saham ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh hasil evaluasi klasifikasi tahunan MSCI serta arah kebijakan suku bunga global yang berdampak langsung pada nilai tukar maupun aliran dana asing.