Global Chief Economist Juwai IQI Shan Saeed menilai Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi investor global.

Penilaian tersebut tercermin dalam Global Market Accessibility Review 2026 yang menempatkan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market, meskipun mendapat catatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait arus informasi pasar.

in1

>>> PM Malaysia Anwar Ibrahim Hadiri Hawana 2026, Lanjutkan Dana Inovasi Media

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Shan Saeed menyampaikan bahwa perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia dapat menjadi katalis positif untuk memperkuat daya saing pasar keuangan nasional.

"Sejarah menunjukkan bahwa pasar modal yang sukses dibangun melalui proses perbaikan berkelanjutan.

Korea Selatan dan India memperkuat daya saing pasar mereka melalui modernisasi regulasi, peningkatan tata kelola, dan transparansi yang lebih baik.

Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan hal tersebut," kata Shan.

Menurut dia, prospek ekonomi Indonesia masih sangat menjanjikan.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, struktur demografi produktif, disiplin fiskal, kekayaan sumber daya alam, serta berlanjutnya agenda reformasi menjadi modal penting bagi Indonesia.

"Di tengah ekonomi global yang semakin terfragmentasi, negara yang memiliki kombinasi skala, stabilitas, demografi, sumber daya alam, dan momentum reformasi semakin langka.

Indonesia tetap menjadi salah satu di antaranya," ujar dia.

Shan menilai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan paling menarik di kawasan.

>>> Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang

"Ekonomi besar tidak ditentukan oleh seberapa besar sorotan yang mereka hadapi, tetapi oleh kemampuan mereka mengubah sorotan tersebut menjadi reformasi, reformasi menjadi kepercayaan, dan kepercayaan menjadi pembentukan modal jangka panjang.