Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) melibatkan masyarakat dalam budidaya dan pemasaran melon golden alisha. Langkah ini bertujuan menggerakkan ekonomi warga setempat.

Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, mengatakan masyarakat yang dibina turut memelihara melon dan mendapatkan bagi hasil. "Ini menjadi gerakan ekonomi," ujarnya di Aceh Besar, Sabtu.

in1

>>> Arsenal Juara Liga Inggris Setelah 22 Tahun, City Imbang

Amanah merupakan pusat kreativitas, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda di Aceh. Lembaga ini diinisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) saat PON Aceh-Sumut 2024 lalu.

Fasilitas Amanah berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Tempat ini menjadi wadah kolaborasi untuk melahirkan produk lokal berkualitas dan memperkuat ekonomi kreatif.

Syaifullah menjelaskan, panen melon golden alisha dilakukan secara periodik pada dua dari enam greenhouse. Setiap tiga bulan sekali, kapasitas panen berbeda, dengan omzet sekitar Rp36 juta per panen.

Saat ini, dua greenhouse yang digunakan masing-masing berkapasitas 200 bibit dan 400 bibit. Hasil panen selalu habis terjual meski masih terbatas untuk pengunjung lokasi.

Melon dijual Rp30 ribu per kilogram. Hasil penjualan digunakan untuk membeli bibit dan biaya operasional.

>>> Wamen ATR/BPN: Memuliakan sungai berarti memuliakan negara

"Melon unggul ini juga jadi edukasi kepada anak-anak sekolah," kata Syaifullah.

Pengembangan melon golden alisha di Amanah masih terbatas dan belum mampu memenuhi pasokan pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, pihaknya berencana mengembangkan keenam greenhouse dan membina masyarakat sekitar.

Target ke depan adalah memasok melon ke supermarket.

>>> Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Ukraina ke Kilang Minyak Tyumen

"Melon masyarakat binaan akan dipasok ke berbagai tempat usaha, dan kami buatkan standarisasinya untuk mencapai pasar," pungkas Syaifullah.