Kisah Nabi Luth AS yang diutus kepada kaum yang gemar melakukan kemaksiatan menjadi salah satu narasi penting dalam sejarah Islam.

Wilayah tempat tinggal kaum tersebut kini diyakini berada di perbatasan antara Yordania, Palestina, dan Israel.

in1

>>> Jerman Taklukkan Pantai Gading Berkat Dua Gol Denis Undav

Nabi Luth AS merupakan keponakan dari Nabi Ibrahim AS.

Berdasarkan catatan para ulama, beliau ikut berhijrah bersama Nabi Ibrahim setelah meninggalkan negeri asal mereka yang dipenuhi oleh kesyirikan.

Allah SWT kemudian mengutus Nabi Luth AS kepada penduduk wilayah Sodom dan beberapa kota di sekitarnya.

Tugas utama beliau adalah mengajak masyarakat kembali kepada tauhid serta meninggalkan berbagai perbuatan maksiat.

Perjalanan dakwah tersebut diabadikan di dalam Al-Qur'an melalui ayat-ayat yang menjelaskan secara eksplisit tentang kisah Nabi Luth dan kaumnya.

Salah satunya tertuang dalam surat Al-A'raf ayat 80.

Para ahli tafsir klasik menyebutkan bahwa kaum Nabi Luth menetap di wilayah yang dikenal sebagai Sodom atau Sadum.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam Qashash Al-Anbiya bahwa negeri tersebut berada di kawasan Syam bagian selatan.

Wilayah kekuasaan kaum Luth terdiri dari beberapa kota yang saling berdekatan.

Sodom menjadi kota terbesar sekaligus pusat kehidupan masyarakat pada masa itu, di samping kota Gomora, Admah, Zeboim, dan Zoar.

>>> IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.177 Setelah Tinjauan MSCI

Banyak sejarawan dan peneliti mengaitkan letak kota-kota tersebut dengan kawasan di sekitar Laut Mati atau Dead Sea.

Tempat ini merupakan salah satu titik terendah di permukaan bumi dengan kadar garam yang sangat tinggi.

Sebelum dijatuhi azab, kota-kota yang dihuni oleh kaum Luth merupakan daerah yang sangat subur dan makmur.