Gua Hira yang terletak di Jabal Nur merupakan lokasi penting dalam sejarah Islam. Tempat ini menjadi saksi turunnya wahyu Allah pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW.

Gua tersebut berjarak sekitar 2 mil dari Kota Makkah. Peristiwa di gua ini menandai awal perjalanan kenabian Rasulullah pada usia 40 tahun.

in1

>>> Kesepakatan Damai AS-Iran Berpotensi Longgarkan APBN Meski Belanja Subsidi Tetap Tinggi

Secara fisik, Gua Hira memiliki panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 0,8 meter. Tempat yang terbatas ini biasa digunakan Rasulullah untuk bertafakur.

Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama

Malaikat Jibril menyampaikan wahyu ketika Nabi Muhammad SAW memasuki tahun ketiga menyendiri di Gua Hira, bertepatan dengan bulan Ramadan.

Wahyu pertama dimulai dengan perintah membaca.

Peristiwa tersebut diikuti turunnya surat Al Alaq ayat 1 hingga 5. Ayat-ayat itu berisi perintah membaca dan mengingat kebesaran Tuhan.

>>> BI Rate Naik 5,75 Persen di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.866 per Dolar AS

Tempat bersejarah ini juga mengingatkan pada dukungan Ibunda Khadijah kepada Rasulullah. Beliau mengimani peristiwa yang dialami Nabi saat orang lain belum percaya.

Setelah 13 tahun di Makkah, Rasulullah hijrah ke Madinah karena situasi yang membahayakan kaum Muslim.

Kini, Gua Hira menjadi tujuan ziarah jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

>>> 3 Drama Korea Favorit Penonton Lokal di Korea Selatan

Pengunjung harus menaiki anak tangga untuk mencapai gua. Dari ketinggian, mereka bisa menyaksikan pemandangan Kota Makkah.