Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Akhlak beliau yang sempurna menjadi panutan dalam beribadah dan bermuamalah.

Salah satu keteladanan Rasulullah terlihat dalam kehidupan rumah tangga yang sederhana dan penuh kepedulian.

in1

>>> Memahami Grafik Saham Bantu Investor Pemula Ambil Keputusan Terukur

Ajaran ini menjadi pedoman bagi suami untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis dan bernilai ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 21: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa uswatun hasanah dalam ayat tersebut berarti teladan baik Nabi Muhammad yang wajib diikuti oleh setiap muslim dalam seluruh aspek kehidupan.

Rasulullah Membantu Pekerjaan Rumah

Salah satu teladan yang patut ditiru para suami adalah kesediaan Nabi membantu pekerjaan rumah sehingga tidak merepotkan istri.

Beliau juga segera menunaikan shalat ketika waktunya tiba.

Dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu 'anha ditanya tentang aktivitas Nabi di rumah. Beliau menjawab, "Beliau membantu pekerjaan keluarganya, jika adzan berkumandang, beliau keluar (untuk shalat)."

(HR Bukhari).

>>> Daftar Hari Besar 5 April: Paskah hingga Hari Hati Nurani

Syekh Ibnu Allan menjelaskan bahwa lafaz mihnati ahlihi mencakup berbagai pekerjaan seperti memeriksa pakaian, memerah susu kambing, menambal baju, menjahit sandal, menyapu rumah, memberi makan hewan, hingga membantu membuat adonan.

Kerendahan Hati Rasulullah

Meski berstatus sebagai Rasul yang dimuliakan, Nabi Muhammad tetap membantu keluarga dan mengurus kebutuhannya sendiri tanpa meminta dilayani.

Sikap ini mengajarkan umat Islam untuk rendah hati dan tidak sombong.

Imam Al-Munawi mengatakan bahwa hal ini mengandung pelajaran bahwa seorang pemimpin agung menangani urusannya sendiri, dan itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh.

Meninggalkan Urusan Dunia Saat Waktu Shalat

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali menerangkan bahwa hadits tersebut juga menegaskan pentingnya meninggalkan kesibukan dunia ketika waktu shalat tiba.

Seseorang dianjurkan segera menunaikan shalat, baik sebagai imam maupun makmum.

Teladan Nabi Muhammad di rumah menunjukkan bahwa kepemimpinan suami akan lebih baik jika mengikuti sunnah Rasul, yaitu membantu pekerjaan rumah demi keharmonisan keluarga.

>>> JKF 2026 Diharapkan Dorong Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan UMKM

Selain itu, suami hendaknya bersegera shalat ketika waktunya tiba karena urusan dunia tidak akan pernah habis.