BI Waspadai Dampak Guncangan Ekonomi Global yang Belum Reda
Bank Indonesia (BI) menyebut ketidakpastian ekonomi global masih berada di level tinggi.
Meski ketegangan Timur Tengah sedikit mereda setelah kesepakatan sementara AS-Iran pada 14 Juni 2026, dampaknya terhadap pasar keuangan dunia masih terasa.
>>> Honda Luncurkan Mobil Listrik Murah Super-N di Inggris
Konflik bersenjata sejak akhir Februari 2026 telah mengacaukan jalur logistik, produksi, dan perdagangan internasional.
Akibatnya, pertumbuhan ekonomi global 2026 diproyeksikan hanya 3,0 persen, sementara inflasi dunia melonjak ke 4,4 persen.
Tekanan inflasi mendorong bank sentral global menaikkan suku bunga acuan.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan perkembangan Timur Tengah masih memerlukan kewaspadaan penuh karena efeknya terhadap stabilitas finansial internasional.
"Ke depan, perkembangan negosiasi AS-Iran terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah diperkirakan masih dinamis.
Diperlukan kewaspadaan serta penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Perry Warjiyo, Minggu (21/6).
>>> Thibaut Courtois Ingin Bertahan di Real Madrid hingga Pensiun
Tekanan Suku Bunga AS dan Daya Tarik Safe Haven
Federal Reserve masih mempertahankan suku bunga di rentang 3,50-3,75 persen. Namun, ruang kenaikan suku bunga masih terbuka jika ekspektasi inflasi AS terus naik.
Yield obligasi pemerintah AS masih tinggi.
Per 17 Juni 2026, yield US Treasury tenor 10 tahun mencapai 4,49 persen, sedangkan tenor 2 tahun di level 4,18 persen.
Hal ini mendorong investor global memindahkan modal ke aset aman di negara maju, meninggalkan pasar negara berkembang.
Meski tekanan eksternal kuat, BI menilai fundamental ekonomi Indonesia masih solid.
>>> Xiaomi Siap Luncurkan Redmi K90 Ultra Akhir Juni 2026
Dukungan utama berasal dari tingginya permintaan domestik dan realisasi belanja pemerintah yang cepat, seperti pencairan gaji ke-13 ASN dan bantuan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat.
Update Terbaru
4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan
Minggu / 21-06-2026, 17:05 WIB
Tanpa APBD, Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Patung Sudirman Tetap
Minggu / 21-06-2026, 17:04 WIB
Jamaah Haji Gorontalo Kloter 28 Tiba di Makassar
Minggu / 21-06-2026, 17:04 WIB
Taruna Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia
Minggu / 21-06-2026, 17:04 WIB
Bandai Namco Rilis My Hero Academia: All's Justice untuk Nintendo Switch 2
Minggu / 21-06-2026, 17:04 WIB
Harga iPhone 12 Pro Max Juni 2026 Turun, Masih Menarik Dibeli atau Saatnya Beralih ke Model Baru?
Minggu / 21-06-2026, 17:03 WIB
Intraco Penta Perkuat Strategi Bisnis untuk Dongkrak Kinerja Usaha
Minggu / 21-06-2026, 17:01 WIB
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Manfaatkan Dana Stimulan untuk Modal Usaha
Minggu / 21-06-2026, 17:00 WIB
PLN Perbaiki Dua Pembangkit Swasta Rusak Penyebab Pemadaman Massal di Jawa
Minggu / 21-06-2026, 17:00 WIB
Persaingan Opang dan Gojek: Mencari Solusi Bersama
Minggu / 21-06-2026, 16:56 WIB
Purbaya Luncurkan Fitur PERDANA untuk Awasi Anggaran TKD Pemda
Minggu / 21-06-2026, 16:56 WIB
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasan Resminya
Minggu / 21-06-2026, 16:56 WIB
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
Minggu / 21-06-2026, 16:56 WIB
Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026 untuk Hadapi Krisis Iklim dari Desa
Minggu / 21-06-2026, 16:52 WIB






