BMW memangkas proyeksi kinerja keuangannya untuk tahun 2026. Keputusan ini diambil di tengah tekanan dari produsen kendaraan China dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dilansir dari Arena EV pada Rabu (17/6) waktu setempat, BMW menyatakan laba sebelum pajak tahun ini diperkirakan turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

in1

>>> Anime Classroom of the Elite Season 4 Episode 11 Sub Indo Resmi Rilis

Produsen otomotif asal Jerman itu juga merevisi target margin operasional menjadi hanya 1-3 persen. Sebelumnya, proyeksi margin berada di kisaran 4-6 persen.

Penurunan proyeksi ini terjadi di tengah tantangan di sejumlah pasar utama. China, yang merupakan pasar terbesar BMW secara global, menjadi salah satu sumber tekanan utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, BMW bersama produsen Jerman lainnya seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz menghadapi persaingan ketat dari pabrikan China.

Persaingan ini terjadi baik di pasar domestik China maupun di Eropa.

Selain tekanan kompetitif, konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk perang di Iran, turut berdampak pada industri otomotif Eropa.

>>> Link Baca Boruto Two Blue Vortex Chapter 34 Resmi Rilis

BMW menilai kenaikan biaya energi akibat ketidakpastian geopolitik menekan margin keuntungan.

Di saat yang sama, perusahaan harus tetap menjaga daya saing produknya di pasar China.

BMW memperkirakan volume penjualan global akan sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 2,5 juta unit.

Untuk merespons kondisi ini, BMW menyatakan akan mengambil langkah efisiensi biaya secara cepat dan tegas. Namun, perusahaan belum mengungkapkan rincian bentuk efisiensi yang akan diterapkan.

>>> Harga WhatsApp Plus Rp13.900 per Bulan, Apa Saja Fiturnya?

Tantangan serupa juga dialami produsen otomotif Eropa lainnya. Volkswagen saat ini memproyeksikan laba bersih sebesar 4-5,5 persen, sedangkan Mercedes-Benz memperkirakan di kisaran 3-5 persen.